Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah mematangkan langkah strategis untuk mempercepat pemerataan akses internet super cepat di tanah air. Setelah sebelumnya sukses mengalokasikan pita frekuensi 1,4 GHz untuk layanan broadband kabel, kini pemerintah berada di tahap akhir seleksi pengguna frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang diperuntukkan bagi jaringan seluler bergerak.
Upaya penataan ulang frekuensi ini dirancang untuk menghadirkan koneksi 5G dan 4G yang lebih stabil, cepat, dan ramah di kantong masyarakat luas. Proses seleksi yang telah bergulir sejak April 2026 ini mulai menunjukkan hasil sementara yang menempatkan beberapa operator telekomunikasi raksasa di posisi teratas.
Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Komdigi, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk memimpin perolehan pada pita frekuensi 700 MHz dengan mengamankan blok selebar 30 MHz. Sementara itu, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dan PT Indosat Tbk membuntuti di posisi berikutnya dengan masing-masing mendapatkan alokasi sebesar 20 MHz.
Di sisi lain, persaingan pada spektrum 2,6 GHz menempatkan Telkomsel di peringkat pertama dengan penguasaan alokasi mencapai 80 MHz, disusul oleh Indosat yang memperoleh jatah sebesar 60 MHz. Hasil evaluasi ini masih bersifat sementara karena pihak kementerian memberikan waktu bagi para peserta untuk mengajukan sanggahan hingga batas akhir pertengahan Juli 2026.
Jika tidak ada keberatan atau sanggahan yang masuk, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dijadwalkan segera menerbitkan Keputusan Menteri guna menetapkan pemenang resmi secara definitif. Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan broadband nirkabel serta mendongkrak kualitas jaringan telekomunikasi nasional secara signifikan.