Lembaga Kesehatan (LK) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten menyelenggarakan webinar nasional bertema "Update Tata Laksana Khitan Modern dan Manajemen Khitan Massal dalam Upaya Peningkatan Kualitas Layanan Bakti Sosial" pada Sabtu (27/6/2026). Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 200 peserta yang terdiri dari tenaga kesehatan dan mahasiswa dari berbagai daerah.
Ketua LK PWNU Banten, Eling Andyani, menegaskan bahwa khitan bukan sekadar prosedur medis, melainkan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang memerlukan peningkatan mutu secara berkelanjutan. Menurutnya, pembaruan pengetahuan dan penguatan kapasitas tenaga kesehatan menjadi kunci utama dalam mewujudkan layanan khitan yang lebih profesional dan aman.
"Melalui webinar ini kami berharap tenaga kesehatan dapat memahami perkembangan terbaru mengenai tata laksana khitan modern sekaligus mampu mengelola kegiatan khitan massal secara lebih profesional, aman, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat," ungkap Eling.
LK PWNU Banten menargetkan webinar tersebut dapat melahirkan tenaga kesehatan yang semakin terampil dalam mengaplikasikan teknik khitan modern sesuai dengan perkembangan ilmu terkini. Selain itu, para peserta juga diharapkan mampu merancang dan melaksanakan program khitan massal yang terstandar serta berdampak positif secara luas bagi masyarakat.
Eling menambahkan, kegiatan ini merupakan wujud kontribusi konkret LK PWNU Banten dalam mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan di tingkat daerah. Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara Nahdlatul Ulama dan Kementerian Kesehatan dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat luas, sebagaimana disampaikan melalui rilis yang diterima dari Sekretaris LK PWNU Banten, Arief Maulud Rachmansyah.
Wakil Ketua PWNU Banten, H. Hamdan Suhaemi, turut memberikan apresiasi atas inisiatif LK PWNU Banten yang konsisten menghadirkan program-program edukatif. Mewakili Ketua PWNU Banten KH Hafis Gunawan, ia menekankan bahwa kolaborasi antara organisasi profesi, pemerintah, dan Nahdlatul Ulama merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kemaslahatan umat secara menyeluruh.