Menghadapi tantangan geografis yang kompleks dan luasnya cakupan wilayah mencapai 30.164 hektar, Badan Pengelola Kawasan Hutan Lindung Dau Tieng kini menempuh langkah progresif melalui transformasi digital. Upaya ini dilakukan untuk mengatasi keterbatasan patroli manual yang selama ini menjadi kendala utama dalam mendeteksi dini ancaman kebakaran maupun penebangan liar di area perbatasan dan medan terjal.

Sebagai pionir di tingkat provinsi, instansi ini telah mengintegrasikan berbagai perangkat teknologi mutakhir, mulai dari kendaraan udara tak berawak (drone), kamera pengawasan 24/7, hingga teknologi pencitraan termal. Seluruh data lapangan dikelola melalui sistem ForestGuard yang terhubung dengan platform WebGIS, memungkinkan tim pengelola untuk melakukan pemantauan secara visual dan statistik secara akurat serta transparan.

Wakil Direktur Badan Pengelola Hutan Lindung Dau Tieng, Nguyen Van Quang, menegaskan bahwa penerapan sains dan teknologi merupakan kunci dalam menjaga efektivitas perlindungan hutan. Dengan sistem terpusat ini, setiap tanda bahaya atau aktivitas mencurigakan dapat diidentifikasi secara instan, sehingga tim di lapangan mampu memberikan respon cepat guna mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas.

Kedepannya, pihak pengelola tengah merintis penerapan kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis anomali data dari kamera dan satelit penginderaan jauh. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat sistem peringatan dini, memitigasi risiko perubahan iklim, serta mewujudkan model pengelolaan hutan yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan bagi ekosistem kawasan tersebut.