Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menghasilkan temuan yang patut menjadi perhatian serius bagi para penderita diabetes melitus di Indonesia. Penelitian tersebut membuktikan bahwa pasien diabetes dengan kadar gula darah yang tidak terkontrol memiliki risiko 7,364 kali lebih besar untuk mengalami ulkus kornea infeksius derajat berat, yakni kondisi luka serius pada kornea mata yang dapat berujung pada gangguan penglihatan permanen hingga kebutaan total.

Riset bertajuk "Hubungan Diabetes Melitus terhadap Tingkat Keparahan Ulkus Kornea Infeksius di Gorontalo: Studi Cross-Sectional" ini dipublikasikan dalam Jurnal Kesehatan Jompa Vol. 5 No. 1 edisi Maret 2026. Tim peneliti yang terlibat meliputi Tsabita Zahra Potutu, Nanang Roswita Paramata, Naning Suleman, Edwina Rugaiah Monayo, serta Nelyan Helma Mokoginta.

Dalam kajian ini, para peneliti menemukan korelasi yang signifikan antara kondisi diabetes melitus yang tidak terkendali dengan meningkatnya tingkat keparahan ulkus kornea infeksius. Indikator utama yang digunakan adalah kadar glukosa darah sewaktu (GDS) yang mencapai atau melebihi angka 200 mg/dL. Pasien dengan kadar GDS di atas ambang batas tersebut terbukti jauh lebih rentan terhadap komplikasi mata yang berat.

Data yang tercatat di Provinsi Gorontalo turut memperkuat urgensi temuan ini. Wilayah tersebut mencatat tren peningkatan kasus kelainan kornea dari tahun ke tahun, mengindikasikan bahwa komplikasi diabetes pada organ penglihatan merupakan persoalan kesehatan yang serius dan tidak boleh diabaikan.

Temuan penelitian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya penderita diabetes melitus, untuk secara disiplin mengendalikan kadar gula darah melalui pengobatan rutin, pola makan sehat, dan pemeriksaan kesehatan mata secara berkala. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dinilai krusial guna mencegah komplikasi yang dapat merenggut kemampuan penglihatan secara permanen.