Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan udara masif terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Aksi ini diklaim sebagai balasan langsung atas operasi militer Washington yang sebelumnya menyasar aset strategis Iran di wilayah pesisir Selat Hormuz.
IRGC secara terbuka menyatakan telah menargetkan 21 fasilitas militer AS, termasuk Armada Kelima di Bahrain serta pangkalan udara Ali Al Salem di Kuwait dan Azraq di Yordania menggunakan drone dan rudal jarak jauh. Meski Iran mengeklaim berhasil menghancurkan beberapa infrastruktur penting, otoritas dari ketiga negara tersebut menegaskan bahwa sistem pertahanan mereka sukses mencegat seluruh proyektil sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Merespons situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras melalui media sosial. Ia menegaskan bahwa Teheran harus menanggung akibat atas serangan ini, seraya menuduh Iran sengaja menghambat proses negosiasi damai yang sebelumnya dikabarkan hampir mencapai kesepakatan final.
Di sisi lain, koordinasi tingkat tinggi terus dilakukan oleh pihak Barat. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dilaporkan telah melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Trump untuk menyelaraskan langkah strategis serta memperkuat keamanan di sepanjang perbatasan. Sementara itu, ketegangan di dalam wilayah Iran sendiri terus berlanjut, dengan adanya laporan ledakan di fasilitas angkatan laut di kota Konarak akibat serangan udara yang belum teridentifikasi pelakunya.
Di luar eskalasi militer, dampak konflik ini turut memengaruhi dinamika ekonomi global. Di tengah ketidakpastian pasar, Rusia tercatat mengalami surplus anggaran bulanan berkat lonjakan pendapatan dari sektor minyak dan gas, meskipun beban biaya perang di Ukraina tetap memberikan tekanan signifikan terhadap kas negara tersebut. Hingga saat ini, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) tetap bersikukuh bahwa klaim Iran atas kendali Selat Hormuz tidak berdasar dan berkomitmen menjaga jalur pelayaran internasional tersebut tetap terbuka.