Pemerintah Indonesia resmi mengumumkan delapan paket stimulus ekonomi dengan total nilai mencapai Rp26,34 triliun untuk periode Kuartal II dan Semester II-2026. Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap dinamika ekonomi global yang masih dipenuhi ketidakpastian tinggi, termasuk dampak berkepanjangan dari konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa meskipun konflik di Timur Tengah mulai menunjukkan gejala peredaan, efek domino yang ditimbulkan masih terus memengaruhi stabilitas ekonomi dan pasar global. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk mengambil sikap proaktif dan antisipatif dalam melindungi perekonomian nasional dari berbagai risiko eksternal.

"Oleh karena itu, sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, pada kesempatan ini kami akan mengumumkan stimulus ekonomi di semester kedua. Sebagian besar sudah disampaikan sesudah rakortas dan juga sebagian lagi merupakan arahan daripada Bapak Presiden," ujar Airlangga dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kemenko Perekonomian pada Senin (22/6/2026).

Delapan kebijakan stimulus tersebut disusun dalam tiga pilar utama yang dirancang untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi di tengah tantangan global. Pemerintah berharap paket stimulus ini mampu mendorong aktivitas ekonomi domestik dan memberikan ruang bernapas bagi pelaku usaha serta masyarakat luas.