Pemanfaatan teknologi modern di sektor pertanian kini mulai merambah wilayah pedesaan di Jawa Timur. Salah satu penerapannya terlihat di Desa Karanganom, Kabupaten Trenggalek, saat pesawat nirawak atau drone pertanian dioperasikan untuk menyemprotkan pestisida di lahan persawahan setempat.
Langkah inovatif ini sejalan dengan program Kementerian Pertanian (Kementan) yang gencar mendorong penerapan sistem smart farming atau pertanian cerdas. Penggunaan teknologi digital ini diharapkan mampu mempercepat transformasi pertanian tradisional menuju era modernisasi yang lebih efisien dan terukur.
Kementan memproyeksikan bahwa integrasi teknologi ini tidak hanya memangkas biaya operasional dan menghemat waktu kerja para petani, tetapi juga meminimalkan pemborosan sarana produksi seperti pestisida. Pada akhirnya, optimalisasi ini ditargetkan dapat meningkatkan produktivitas serta daya saing komoditas tanaman pangan nasional.