Menyambut peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menegaskan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi Kalimantan. Melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), anak perusahaan beserta afiliasi PHI fokus meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, mengoptimalkan asupan gizi balita, serta membuka akses pendidikan yang lebih luas.

Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, mengungkapkan bahwa peningkatan kesehatan serta pendidikan anak menjadi investasi krusial bagi masa depan bangsa. Menurutnya, inisiatif ini dirancang untuk menciptakan ekosistem sosial yang mendukung pertumbuhan generasi muda, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di wilayah operasi perusahaan.

Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah Program Beras Kuning (Bersama Masyarakat Kurangi Risiko Stunting) yang diinisiasi oleh PT Pertamina EP (PEP) Tarakan. Program yang berjalan sejak 2021 di Kelurahan Selumit Pantai ini fokus membenahi layanan posyandu, mengedukasi pola hidup sehat, serta menyalurkan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Inisiatif ini juga berkembang menjadi penguatan ekonomi lokal lewat pembentukan UMKM makanan sehat bermerek "Tummy Tumu".

Di Kutai Kartanegara, PEP Sangasanga mengusung program serupa melalui PROKESMAS PUJA dengan menghadirkan Rumah Balita Sehat, Giat, dan Cerdas (Bahagia) di Kecamatan Samboja. Fasilitas ini menyediakan layanan terpadu seperti pemantauan tumbuh kembang, konseling gizi spesifik, dan pemberian makanan tambahan. Sepanjang implementasi awal, program ini berhasil memperbaiki status gizi bagi puluhan anak berisiko stunting.

Sementara itu, untuk sektor pendidikan di wilayah pesisir Delta Mahakam, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mengembangkan Program Sekolah Negeri Terapung di SMPN 6 Anggana, Kutai Kartanegara. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan sarana fisik sekolah, tetapi juga mengintegrasikan pemanfaatan listrik tenaga surya, konektivitas internet, hingga pendidikan pelestarian lingkungan seperti rehabilitasi hutan mangrove.

Seluruh program pemberdayaan masyarakat ini dirancang selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Sinergi berkelanjutan antara korporasi, pemerintah daerah, dan warga sekitar diharapkan mampu menjadi pilar penting dalam mewujudkan generasi sehat dan cerdas menuju visi Indonesia Emas 2045.