BPJS Kesehatan resmi meluncurkan program Layanan di Ujung Negeri (LANURI) guna memperluas jangkauan jaminan kesehatan nasional hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Peluncuran ini sekaligus menandai penutupan rangkaian program Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi yang mencatatkan tingkat keberhasilan sebesar 91,53 persen.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menjelaskan bahwa program LANURI dirancang secara khusus untuk mengatasi kendala geografis dan keterbatasan infrastruktur digital di daerah terpencil. Melalui inisiatif ini, BPJS Kesehatan menjangkau 558 titik di berbagai pelosok tanah air dengan melibatkan 126 kantor cabang. Layanan ini terbagi menjadi dua metode utama, yakni Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) di 379 titik, serta layanan jemput bola melalui BPJS Keliling di 179 titik.

Inovasi VIOLA hadir sebagai solusi nirkontak berbasis konferensi video interaktif yang menghubungkan masyarakat langsung dengan petugas BPJS Kesehatan secara real-time. Layanan ini terbukti sangat diminati, dengan catatan pemanfaatan mencapai 218.729 kali sepanjang periode Januari hingga Mei 2026. Sebagian besar pengakses layanan ini merupakan segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang memanfaatkannya untuk memperbarui data kepesertaan.

Sementara itu, bagi wilayah yang belum terjangkau koneksi internet stabil, armada BPJS Keliling dioptimalkan untuk mendatangi pemukiman warga secara langsung. Kehadiran program jemput bola ini disambut baik oleh masyarakat di kawasan perbatasan, seperti di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, yang kini dapat mengurus administrasi jaminan kesehatan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota.

Langkah strategis ini turut mendapat dukungan penuh dari lintas sektor. Kementerian Koperasi siap mengintegrasikan jaringan Koperasi Desa Merah Putih di daerah 3T untuk membantu penyediaan akses internet. Di sisi lain, TNI juga berkomitmen mengerahkan armada kapal rumah sakit, fasilitas kesehatan militer, serta puluhan ribu personel Babinsa untuk mengawal pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah nusantara.