Kejuaraan Sepatu Roda Tingkat Nasional Jatim Open I Piala Gubernur Jawa Timur 2026 yang dihelat di Lapangan Sepatu Roda Kanjuruhan, Kabupaten Malang, menjadi momentum krusial bagi pengembangan wilayah Malang Raya. Sebanyak 2.436 atlet dari 133 tim di seluruh penjuru Indonesia berkumpul untuk berkompetisi, sekaligus menegaskan potensi daerah tersebut sebagai pusat kegiatan olahraga skala nasional.
Kepala Bakorwil III Malang, Asep Kusdinar, mengungkapkan bahwa kesuksesan penyelenggaraan ini mencerminkan kesiapan infrastruktur dan dukungan pemerintah daerah dalam mengelola ajang besar. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan untuk menjadi tuan rumah merupakan modal utama untuk menempatkan Malang Raya sebagai destinasi utama dalam peta sport tourism di Jawa Timur.
Lebih dari sekadar ajang kompetisi, kehadiran ribuan atlet beserta tim ofisial dan keluarga mereka memberikan dampak ekonomi yang nyata (multiplier effect). Sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM lokal merasakan langsung lonjakan aktivitas ekonomi dari gelaran ini, menjadikannya investasi strategis bagi pertumbuhan ekonomi kawasan.
Asep menekankan bahwa integrasi antara kompleks olahraga Kanjuruhan dengan ekosistem wisata dan ekonomi kreatif adalah bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan. Kompleks ini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pembinaan atlet, tetapi juga sebagai motor penggerak aktivitas masyarakat yang inklusif dan produktif.
Selain manfaat ekonomi, kejuaraan ini dinilai vital dalam pembentukan karakter generasi muda. Nilai-nilai sportivitas, disiplin, dan daya saing yang ditanamkan melalui olahraga dianggap sebagai investasi jangka panjang bagi terciptanya sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas tinggi.
Bakorwil III Malang berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia olahraga, dan pelaku usaha. Sinergi ini diharapkan mampu menjaga ritme pertumbuhan ekonomi dan pariwisata yang selaras dengan peningkatan prestasi olahraga nasional di masa mendatang.