Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (FORPROV) Gorontalo 2026 diproyeksikan tidak hanya menjadi ruang kompetisi olahraga masyarakat, tetapi juga etalase budaya daerah melalui penguatan olahraga tradisional.

Ketua Panitia FORPROV Gorontalo 2026, Arman Naway, menyampaikan bahwa ajang tersebut dirancang sebagai festival olahraga yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, panitia ingin menghadirkan suasana yang mampu menarik warga untuk datang, menyaksikan, sekaligus mengenal kembali ragam olahraga tradisional Gorontalo.

Menurut Arman, FORPROV KORMI merupakan bagian dari festival olahraga masyarakat Indonesia. Dengan karakter tersebut, kegiatan ini diharapkan menjadi magnet bagi publik, terutama mereka yang ingin melihat langsung permainan dan olahraga tradisional yang akan dipertandingkan maupun dipertunjukkan.

Sejumlah cabang dan permainan rakyat khas daerah akan menjadi bagian dari penyelenggaraan FORPROV 2026. Di antaranya langga, hadang, tenggedi, serta berbagai permainan tradisional lain yang pada masa lalu akrab dimainkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Gorontalo.

Arman menjelaskan, kehadiran olahraga tradisional dalam festival tersebut bukan sekadar pelengkap acara. Lebih dari itu, FORPROV 2026 menjadi upaya untuk menghidupkan kembali aktivitas olahraga berbasis budaya yang mengandung nilai kebersamaan, ketangkasan, sportivitas, dan identitas lokal.

Panitia juga ingin menghadirkan ruang nostalgia bagi masyarakat yang pernah tumbuh bersama permainan tradisional. Melalui FORPROV, warga dapat menyaksikan kembali bentuk-bentuk olahraga rakyat yang dahulu menjadi bagian dari interaksi sosial di lingkungan keluarga maupun komunitas.

Penyelenggaraan FORPROV Gorontalo 2026 diharapkan melibatkan masyarakat dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo. Partisipasi tersebut dapat dilakukan baik sebagai peserta, pendukung, maupun penonton yang ikut meramaikan kegiatan.

Selain memperkuat olahraga rekreasi masyarakat, FORPROV 2026 juga dipandang sebagai sarana pelestarian budaya daerah. Ajang ini diharapkan mampu memperkenalkan olahraga tradisional kepada generasi muda agar tetap dikenal dan tidak tergerus perkembangan zaman.