Pemerintah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, secara resmi mulai mengadopsi sistem Pertanian Modern - Advanced Agricultural System (PM-AAS) untuk mempercepat perwujudan swasembada pangan nasional. Inisiatif yang dimotori oleh Tim Kerja Penyuluh Pertanian ini bertujuan mengubah pola budidaya tradisional menjadi berbasis teknologi guna meningkatkan produktivitas lahan secara signifikan.

Sistem PM-AAS merupakan metode budidaya padi intensif yang mengadopsi pola pertanian Arkansas dari Amerika Serikat. Keunggulan sistem ini terletak pada kombinasi metode Tanam Benih Langsung (Tabela), pola tanam rapat berpopulasi tinggi, serta pemanfaatan alat mesin pertanian (alsintan) canggih seperti drone penyemprot, rice transplanter, hingga mesin pemanen combine harvester.

Selain mekanisasi, PM-AAS juga menerapkan teknik pengairan berselang atau Alternate Wetting and Drying (AWD). Metode ini terbukti mampu menghemat penggunaan air irigasi tanpa mengganggu fase pertumbuhan tanaman. Dengan formula tersebut, produktivitas lahan ditargetkan melonjak hingga 8 sampai 10,5 ton gabah per hektare, jauh melampaui rata-rata nasional yang saat ini berada di kisaran 5,2 ton per hektare.

Untuk mencapai hasil panen yang optimal, para petani diimbau mengikuti rekomendasi teknis yang telah ditentukan. Hal ini mencakup penggunaan benih minimal 70 kilogram dan pupuk organik 1 ton per hektare, pemberian dolomit pada tanah dengan pH rendah, pemupukan berimbang menggunakan Urea dan NPK, serta pengaplikasian silika dan herbisida pengendali gulma secara presisi.

Penerapan program ini ditandai dengan pelaksanaan Gerakan Tanam Serentak yang dipusatkan di Desa Welado, Kecamatan Ajangale. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman ini juga diikuti secara virtual melalui konferensi video oleh sembilan kecamatan lainnya, di antaranya Dua Boccoe, Tellu Siattinge, Cenrana, Kahu, Tonra, Bontocani, Lamuru, dan Lappariaja. Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu memperkuat posisi Kabupaten Bone sebagai salah satu lumbung pangan utama nasional.