Binus University resmi memperkenalkan program Magister Hukum Bisnis atau Master of Business Law sebagai respons atas kebutuhan tenaga profesional hukum yang mampu beradaptasi dengan perubahan dunia usaha di era digital dan globalisasi.

Program pascasarjana yang berada di bawah Binus Graduate Program ini dirancang untuk menjawab berbagai tantangan hukum kontemporer, mulai dari perdagangan internasional, keamanan siber, perlindungan data, transaksi digital, hingga penyelesaian sengketa bisnis berbasis teknologi.

Peluncuran program tersebut digelar di Binus Kemanggisan, Kampus Anggrek, Jakarta Barat, dengan melibatkan mahasiswa, akademisi, praktisi hukum, regulator, serta masyarakat umum. Acara dibuka oleh Direktur Binus Graduate Program, Prof. Sani M. Isa, bersama Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Dr. Hermansyah Dulaimi.

Dalam rangkaian kegiatan itu, Binus juga menghadirkan sesi utama yang diisi Ketua Komisi III DPR RI, Dr. Habiburokhman, serta Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri. Keduanya menekankan pentingnya kesiapan regulasi dan kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi percepatan transformasi digital yang berdampak pada perdagangan, investasi, dan aktivitas bisnis lintas negara.

Transformasi yang dipicu oleh perkembangan kecerdasan buatan, ekonomi digital, dan integrasi pasar global dinilai telah mengubah cara dunia bisnis bekerja. Perubahan ini memunculkan persoalan hukum baru yang membutuhkan pendekatan lebih luas, tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga dari perspektif teknologi, bisnis, dan hubungan internasional.

Magister Hukum Bisnis Binus menempatkan hukum perdagangan internasional sebagai salah satu fokus utama. Kajian tersebut diperkuat dengan pemahaman mengenai cyber law, ICT law, dan digital forensics, sehingga mahasiswa diharapkan mampu membaca kompleksitas persoalan hukum dalam ekosistem bisnis modern.

Berbeda dari banyak program magister hukum yang umumnya ditujukan bagi lulusan bidang hukum, program ini terbuka untuk lulusan dari berbagai disiplin ilmu. Dengan demikian, profesional dari sektor bisnis, teknologi, komunikasi, pemerintahan, maupun bidang lain dapat memperdalam pemahaman hukum yang semakin dibutuhkan dalam praktik kerja dan industri.

Untuk mendukung kebutuhan peserta yang telah bekerja, Binus menerapkan model pembelajaran hybrid learning melalui kombinasi perkuliahan daring dan luring. Program ini juga dirancang dengan durasi studi 18 bulan agar proses belajar dapat berlangsung lebih efisien tanpa menghambat aktivitas karier mahasiswa.

Peluncuran program turut dirangkai dengan talkshow bertema "Law in the Age of AI and Digital Economy in International Trade". Diskusi tersebut menghadirkan CEO Perqara sekaligus pengacara Hasibuan & Hasibuan, Yakup Putra Hasibuan; dosen International Relations Binus University, Dr. Tia Mariatul Kibtiah; serta dosen Business Law Binus University dan Managing Partner Reza Zaki Law Firm, Dr. Muhammad Reza Syariffudin Zaki.

Para pembicara membahas perkembangan hukum bisnis global, termasuk praktik litigasi modern, penyelesaian sengketa, cyber law, serta tantangan regulasi yang muncul dari platform digital. Isu geopolitik dan geoekonomi juga menjadi perhatian karena dinilai semakin memengaruhi arah perdagangan internasional, investasi, serta kebijakan hukum di berbagai negara.

Dari perspektif hubungan internasional, diskusi menyoroti dinamika konflik global, peran ASEAN, dan dampaknya terhadap stabilitas kawasan. Dalam konteks tersebut, hukum bisnis dipandang memiliki posisi strategis untuk menjembatani kebutuhan dunia usaha dengan perubahan regulasi dan situasi global yang terus bergerak.

Head of Program Master of Business Law Binus University, Prof. Shidarta, mengatakan program ini diharapkan dapat melahirkan profesional yang memahami keterkaitan antara hukum, bisnis, teknologi, dan dinamika global. Menurut dia, kemampuan multidisipliner menjadi semakin penting untuk menghadirkan solusi yang relevan bagi industri dan masyarakat.

Binus University menyatakan penerimaan mahasiswa untuk kelas perdana program Magister Hukum Bisnis telah dibuka untuk perkuliahan September 2026. Pembukaan program ini disebut sebagai bagian dari komitmen kampus dalam menyediakan pendidikan yang selaras dengan kebutuhan pembangunan bangsa dan perkembangan dunia kerja masa depan.