Pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), ekonomi digital, serta perdagangan global telah memunculkan berbagai tantangan hukum baru yang kian kompleks. Isu-isu seperti keamanan siber, perlindungan data pribadi, hingga regulasi lintas negara menuntut kehadiran profesional hukum yang tidak hanya memahami aspek yuridis, tetapi juga menguasai dinamika teknologi dan bisnis kontemporer.
Menjawab kebutuhan tersebut, BINUS University melalui BINUS Graduate Program secara resmi memperkenalkan Program Magister Hukum Bisnis (Master of Business Law). Program ini dirancang secara khusus untuk membentuk tenaga profesional hukum yang kompeten menghadapi tantangan dunia usaha di era transformasi digital.
Kurikulum yang ditawarkan mengintegrasikan empat pilar utama, yakni hukum, bisnis, teknologi, dan hubungan internasional. Penguatan materi difokuskan pada bidang hukum perdagangan internasional, Cyber Law, ICT Law, serta Digital Forensics. Para mahasiswa akan mengkaji berbagai isu strategis dalam ranah hukum bisnis modern, mencakup transaksi digital, keamanan siber, perlindungan data, regulasi lintas yurisdiksi, hingga mekanisme penyelesaian sengketa berbasis teknologi.
Salah satu keunggulan program ini terletak pada keterbukaan aksesnya. Berbeda dengan program magister hukum pada umumnya, Magister Hukum Bisnis BINUS dapat diikuti oleh lulusan dari beragam latar belakang disiplin ilmu. Selain itu, sistem pembelajaran hybrid dengan durasi studi 18 bulan memberikan fleksibilitas tinggi bagi para profesional yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan tanpa harus meninggalkan karier mereka.
Kepala Program Master of Business Law BINUS University, Shidarta, menyampaikan bahwa program ini diharapkan mampu melahirkan profesional yang memahami keterkaitan antara hukum, bisnis, teknologi, dan dinamika global. Lulusan program ini diproyeksikan dapat menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak dunia usaha akan tenaga ahli hukum yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Penerimaan mahasiswa untuk angkatan perdana yang akan memulai perkuliahan pada September 2026 telah resmi dibuka. Program ini menjadi bagian dari komitmen BINUS University dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dan berdampak bagi pembangunan bangsa.
Acara peluncuran program tersebut dibuka oleh Direktur BINUS Graduate Program, Sani M. Isa, bersama Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia, Hermansyah Dulaimi. Sesi keynote turut menghadirkan dua pembicara utama, yaitu Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, serta Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, yang memberikan perspektif mengenai urgensi sinergi hukum dan teknologi dalam menghadapi tantangan ekonomi digital global.