Tenggarong – Kepengurusan baru Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kutai Kartanegara periode 2025–2028 resmi dikukuhkan dalam prosesi pelantikan yang berlangsung di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Minggu (28/6). Acara yang dirangkai dengan bakti sosial layanan kesehatan gratis ini turut dihadiri langsung oleh Bupati Kutai Kartanegara, dr. Aulia Rahman Basri.

Ketua IDI Wilayah Kalimantan Timur, dr. Mansyah HM, Sp.OG., M.Kes (MARS), memimpin pelantikan pengurus baru yang diketuai oleh dr. Arif Risdianto, Sp.KK, M.Kes., FINSDV. Rangkaian prosesi meliputi pembacaan Surat Keputusan PB IDI, pembacaan naskah pelantikan, pengucapan sumpah dan janji pengurus, hingga pengalungan kalung IDI kepada seluruh jajaran kepengurusan yang baru dilantik.

Hadir menyaksikan prosesi tersebut antara lain Sekretaris IDI Wilayah Kaltim dr. Ronny Setiawati, MKM, para direktur rumah sakit dan kepala puskesmas se-Kabupaten Kutai Kartanegara, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, jajaran perangkat daerah, serta keluarga besar IDI setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Aulia menyatakan bahwa IDI merupakan mitra strategis yang sangat penting bagi pemerintah daerah dalam mewujudkan visi Kukar Idaman Terbaik, khususnya di sektor kesehatan. Sebagai seorang dokter yang kini memimpin kabupaten, ia mengaku bahwa nilai-nilai profesionalisme medis turut membentuk pola kepemimpinannya.

"Bagi saya pribadi, IDI ini adalah rumah untuk kembali pulang. Seorang dokter sejatinya merupakan ahli manajemen yang handal. Dokter tidak mungkin melakukan tindakan sebelum menegakkan diagnosis, dan tidak akan menegakkan diagnosis tanpa pemeriksaan terlebih dahulu," ujar Aulia.

Ia menjelaskan bahwa prinsip mendengarkan keluhan pasien sebelum memberikan penanganan menjadi filosofi yang ia terapkan dalam menjalankan roda pemerintahan. Menurutnya, mendengarkan aspirasi masyarakat terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan adalah landasan utama kebijakan yang tepat sasaran.

Bupati juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi para dokter agar mereka merasa nyaman dan memilih terus mengabdi di Kutai Kartanegara. Upaya tersebut, menurutnya, harus ditopang dengan kepastian jenjang karier, kejelasan posisi, serta peningkatan kesejahteraan tenaga medis secara berkelanjutan.

"Mari kita rumuskan bersama solusi terkait jenjang karier dokter. Kami ingin dokter-dokter yang bertugas di Kukar merasa nyaman sehingga memilih terus mengabdi di daerah ini," ungkapnya.

Lebih jauh, Aulia memaparkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi untuk membuka akses pendidikan spesialis bagi para dokter melalui Program Beasiswa Tematik. Ia berharap dokter-dokter yang telah menyelesaikan pendidikan spesialis mau kembali dan mendedikasikan keahliannya untuk masyarakat Kukar.

Tantangan nyata yang dihadapi saat ini adalah masih adanya dua puskesmas yang mengalami kekosongan dokter akibat pensiun. Bupati mengharapkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan IDI dapat segera menghasilkan solusi konkret agar pelayanan kesehatan masyarakat di seluruh pelosok kabupaten tetap berjalan optimal.

Dalam naskah sambutan resminya, Aulia menegaskan bahwa pembangunan kesehatan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Penguatan fasilitas kesehatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan distribusi dokter umum maupun spesialis, serta penguatan kemitraan strategis dengan IDI merupakan pilar-pilar yang terus didorong untuk menghadirkan layanan kesehatan berkualitas dan merata di seluruh Kutai Kartanegara.

"Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara akan terus mendorong agar profesi dokter mendapatkan ketenangan, kenyamanan, serta ruang yang baik untuk mengembangkan kompetensi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tegasnya.

Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan cendera mata, sesi foto bersama, doa, serta pelaksanaan bakti sosial berupa layanan kesehatan gratis yang diperuntukkan bagi warga sekitar.