Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso terus mempercepat pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) agar lebih banyak warga memanfaatkan layanan pemeriksaan tanpa biaya tersebut. Upaya percepatan dilakukan melalui evaluasi rutin serta pendekatan jemput bola ke berbagai kelompok masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, Moch. Jasin, menyampaikan bahwa capaian program CKG pada akhir April 2026 masih berada di kisaran 15 persen. Angka tersebut dinilai belum ideal karena masih terpaut cukup jauh dari target nasional yang berada di angka 46 persen.

Melihat kondisi itu, Dinkes Bondowoso menggelar konsolidasi bersama seluruh kepala puskesmas. Pertemuan tersebut difokuskan untuk menyusun strategi peningkatan capaian secara bertahap, termasuk memperkuat sosialisasi dan memperluas titik layanan pemeriksaan.

Menurut Jasin, Dinkes menargetkan kenaikan rata-rata sekitar 4 persen setiap bulan. Hasil evaluasi pada akhir Mei menunjukkan perkembangan positif, dengan capaian CKG meningkat menjadi 19,2 persen.

“Kami menargetkan kenaikan rata-rata sekitar 4 persen setiap bulan. Alhamdulillah, hasil evaluasi pada akhir Mei menunjukkan capaian sudah meningkat menjadi 19,2 persen. Artinya, target bulanan yang kami susun berhasil tercapai,” ujar Jasin.

Kendati mulai menunjukkan peningkatan, sejumlah hambatan masih ditemukan di lapangan. Salah satunya adalah belum meratanya pemahaman masyarakat bahwa layanan CKG dapat diakses secara gratis. Selain itu, sebagian warga masih merasa khawatir untuk memeriksakan diri karena takut mengetahui adanya penyakit yang mungkin diderita.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Dinkes Bondowoso mengubah pola layanan dengan mendekatkan pemeriksaan kesehatan ke lingkungan warga. Layanan CKG tidak lagi hanya terpusat di puskesmas, tetapi juga dapat dihadirkan di kegiatan masyarakat sesuai kebutuhan.

Jasin menjelaskan, kelompok pengajian, komunitas, organisasi masyarakat, maupun penyelenggara kegiatan warga dapat mengajukan permintaan layanan CKG kepada kepala puskesmas setempat. Setelah pengajuan diterima, petugas kesehatan dapat datang langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

“Kalau ada kelompok pengajian, komunitas, organisasi masyarakat, atau kegiatan seperti yang sedang berlangsung ini ingin mengadakan Cek Kesehatan Gratis, silakan mengajukan kepada kepala puskesmas. Petugas kami siap datang memberikan pelayanan di lokasi,” jelasnya.

Melalui pola jemput bola tersebut, Dinkes berharap kesadaran warga terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan semakin meningkat. Pemeriksaan berkala dinilai penting untuk mendeteksi potensi penyakit sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko komplikasi bisa ditekan.

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi bagian dari penguatan layanan promotif dan preventif pemerintah. Di Bondowoso, program ini diharapkan mampu membuka akses pemeriksaan kesehatan yang lebih mudah, merata, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.