Vietnam serius menggarap sektor industri budaya sebagai motor baru perekonomian nasional. Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata setempat kini tengah mematangkan rencana strategis demi mengejar target pertumbuhan dua digit. Langkah ini ditandai dengan rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, Lam Thi Phuong Thanh, bersama jajaran wakil menteri dan kepala departemen terkait untuk membahas peta jalan sektor tersebut.
Industri budaya Vietnam ditargetkan mampu menyumbang sekitar 7 hingga 8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2030. Setelah sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19, sektor ini mulai bangkit secara konsisten sejak tahun 2022. Sepanjang periode 2024–2026, kontribusinya diproyeksikan stabil di angka 4,8 hingga 5,2 persen terhadap PDB, dengan laju pertumbuhan tahunan berkisar antara 7 hingga 8 persen.
Untuk mengakselerasi pertumbuhan menuju target 10 hingga 11 persen per tahun pada periode 2026–2030, pemerintah mengandalkan enam subsektor utama. Subsektor tersebut meliputi perfilman, seni pertunjukan, permainan video (gaming), pariwisata budaya, periklanan, dan kerajinan tangan. Keenam pilar ini menyumbang lebih dari 70 persen dari total pendapatan industri budaya secara keseluruhan, dengan proyeksi nilai tambah menembus angka 945 triliun VND pada tahun 2030.
Kendati memiliki potensi besar, pengembangan industri budaya di Vietnam masih menghadapi tantangan klasifikasi data dan statistik. Wakil Menteri Ho An Phong dan Ta Quang Dong menekankan pentingnya membangun basis data bisnis dan metrik pengukuran yang akurat serta konsisten dengan sistem statistik nasional. Penerapan transformasi digital dinilai krusial untuk menyederhanakan pelacakan data guna mengukur kontribusi riil sektor kreatif ini secara objektif.
Di sisi lain, Wakil Menteri Nguyen Huy Dung dan Phan Tam menyoroti pentingnya kejelasan regulasi investasi, baik dari anggaran negara, swasta, maupun penanaman modal asing (FDI). Mereka menyarankan agar fokus kebijakan diarahkan pada penciptaan nilai tambah domestik, penguatan keterkaitan antar-industri, serta perlindungan kekayaan intelektual, ketimbang sekadar mengejar target pendapatan bruto semata.
Menutup pembahasan, Menteri Lam Thi Phuong Thanh menginstruksikan jajarannya untuk memfokuskan skenario pada dua arah: memenuhi target nasional atau melampauinya dengan terobosan kebijakan yang konkret. Institut Penelitian Kebudayaan dan Seni Vietnam ditunjuk sebagai koordinator utama untuk merampungkan rencana strategis ini sekaligus menyelaraskannya dengan penyusunan Undang-Undang Pengembangan Industri Budaya mendatang.