PT Nindya Karya (Persero) secara resmi telah merampungkan pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Medan, yang kini siap digunakan untuk memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027. Proyek ini menjadi salah satu pilar penting dalam upaya percepatan pemerataan akses pendidikan berkualitas di seluruh penjuru Tanah Air.

Penyelesaian pembangunan tahap kedua ini mencakup 20 wilayah di Indonesia, dengan prioritas khusus pada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kawasan pendidikan yang berlokasi di Jalan Flamboyan II, Medan, ini dirancang sebagai ekosistem belajar terintegrasi yang menyediakan gedung jenjang SD hingga SMA, asrama siswa, rusun guru, serta rumah ibadah.

Keunggulan utama dari kawasan Sekolah Rakyat ini terletak pada fasilitas penunjang yang mumpuni. Area tersebut dilengkapi dengan lapangan sepak bola berstandar FIFA, jalur lari (jogging track), lapangan basket, hingga ruang terbuka hijau. Seluruh fasilitas ini dipadukan dengan sistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif sekaligus komprehensif.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa kehadiran infrastruktur ini merupakan manifestasi komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia nasional. Pembangunan yang diselesaikan dengan presisi tinggi dan teknologi konstruksi modern ini diharapkan mampu memotivasi tenaga pendidik serta siswa dalam mencapai prestasi akademik yang lebih baik.

Sejak mulai difungsikan pada Senin, 13 Juli 2026, kawasan ini telah mendapat respon positif dari masyarakat setempat. Penggunaan material berkualitas dan tata kelola zonasi yang tepat menjadikan Sekolah Rakyat ini sebagai salah satu capaian strategis dalam mendukung program pendidikan nasional di Kota Medan.