Pemerintah Vietnam secara resmi menempatkan pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi semikonduktor sebagai pilar utama transformasi ekonomi nasional. Langkah strategis ini mendapat apresiasi dari Direktur Pelaksana Forum Ekonomi Dunia (WEF), Maroun Kairouz, yang menilai Vietnam memiliki potensi besar untuk menembus jajaran 20 ekonomi terbesar dunia berkat keunggulan teknologinya.
Dalam pertemuan dengan delegasi WEF, Menteri Vu Hai Quan menekankan urgensi pembangunan ekosistem AI yang komprehensif. Pihak Vietnam berharap WEF dapat memfasilitasi jejaring pakar internasional untuk memperkuat kapasitas transformasi digital, terutama bagi sektor usaha kecil dan menengah yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
Menteri Vu Hai Quan juga memetakan tiga tantangan krusial yang saat ini dihadapi, yakni optimalisasi infrastruktur perangkat keras seperti GPU, efisiensi interoperabilitas data, serta strategi penarikan talenta digital berkualitas. Ketiga poin tersebut dipandang sebagai batu loncatan yang, jika dikelola dengan tepat, akan memberikan keunggulan kompetitif bagi Vietnam di kancah global.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, kedua pihak berkomitmen untuk merampungkan Nota Kesepahaman (MOU) sebagai payung hukum kolaborasi. Kerangka kerja ini diharapkan menjadi katalisator bagi keberhasilan penyelenggaraan APEC 2027 serta akselerasi terobosan besar dalam ekonomi digital Vietnam di masa depan.