Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang cukup signifikan pada perdagangan Selasa (8/7/2026). Indeks ditutup melemah sebesar 113,13 poin atau terkoreksi 1,89% ke level 5.873,37. Kondisi ini menempatkan pasar di posisi yang hampir menyentuh level terendah harian, mencerminkan sentimen negatif yang mendominasi hingga akhir sesi.
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat volume transaksi harian mencapai 21,18 miliar saham dengan nilai total Rp10,54 triliun. Dari total emiten yang diperdagangkan, sebanyak 512 saham ditutup di zona merah, jauh melampaui 195 saham yang berhasil menguat, sementara 256 saham lainnya berakhir stagnan.
Pelemahan indeks dipicu oleh aksi jual masif yang dilakukan investor asing. Tercatat, investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp689,3 miliar. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menjadi emiten yang paling banyak dilepas oleh asing dengan catatan nilai jual bersih mencapai Rp425,6 miliar.
Selain MAPI, tekanan jual asing juga terlihat pada saham-saham berkapitalisasi besar lainnya. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan net sell sebesar Rp142,2 miliar, diikuti oleh PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar Rp62,4 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp59,6 miliar, serta PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) senilai Rp21 miliar.
Aksi jual tersebut turut menyasar sejumlah emiten di sektor komoditas dan siklikal lainnya, seperti PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), serta PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Ketidakpastian pasar yang memicu perilaku 'exit' investor asing ini menjadi faktor utama dominan di balik jebloknya kinerja bursa domestik pada perdagangan kemarin.