PT Jasa Marga (Persero) Tbk kini mengalihkan fokus bisnisnya dari sekadar pertumbuhan infrastruktur fisik (growth-oriented) menjadi penciptaan nilai yang berkelanjutan (value-oriented). Langkah ini diambil demi mendongkrak kualitas layanan bagi para pengguna jalan sekaligus memperkokoh daya saing korporasi di tingkat nasional.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa reposisi strategis ini selaras dengan arah transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah naungan Danantara Indonesia. Ke depan, kesuksesan perseroan tidak lagi diukur secara kuantitatif dari panjang jalan tol atau besaran aset semata, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat, pelaku usaha, investor, serta negara.
Sebagai penguasa pasar tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga saat ini mengoperasikan 1.294 kilometer atau sekitar 42 persen dari total jalan tol komersial di tanah air. Secara keseluruhan, emiten berkode JSMR ini memegang konsesi atas 36 ruas jalan tol sepanjang 1.736 kilometer yang melayani mobilitas sekitar 3,5 juta kendaraan setiap harinya.
Untuk mengoptimalkan operasional yang masif ini, Jasa Marga mengandalkan Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC). Pusat kendali ini memproses data secara real-time untuk memantau arus lalu lintas dan mempercepat penanganan hambatan di lapangan. Sistem ini terintegrasi langsung dengan aplikasi Travoy, yang kini telah mengantongi lebih dari 1,3 juta unduhan berkat dukungan jaringan 3.500 kamera CCTV.
Pengamat akademis Prof. Mohammed Ali Berawi menilai integrasi data di JMTC merupakan langkah cerdas menuju sistem mobilitas yang berkelanjutan. Senada dengan itu, praktisi bisnis Prof. Rhenald Kasali menyebut inovasi digital seperti aplikasi Travoy dan pembaruan layanan call center ke nomor 133 sangat relevan dalam memenuhi ekspektasi publik terhadap efisiensi layanan jalan tol.
Peningkatan kualitas layanan ini berjalan seiring dengan kinerja keuangan yang positif. Pada kuartal pertama tahun 2026, Jasa Marga mencatat pendapatan usaha sebesar Rp5,1 triliun, tumbuh 10,4 persen secara tahunan. Selain itu, perseroan juga aktif merevitalisasi area istirahat (rest area) guna mendorong roda perekonomian pelaku usaha lokal.
Di samping fokus layanan, pengerjaan sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti Tol Yogyakarta–Bawen dan Probolinggo–Banyuwangi terus dipacu. Rivan menegaskan, seluruh upaya transformasi ini bertujuan menghadirkan konektivitas tol yang aman, lancar, serta mampu mempercepat distribusi logistik untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional.