Perusahaan kedirgantaraan swasta asal Vietnam, VinSpace, secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan SpaceX untuk meluncurkan satelit pertamanya ke orbit bumi. Langkah ambisius ini ditargetkan terealisasi pada tahun 2027 mendatang melalui misi peluncuran bersama yang dikelola oleh perusahaan milik Elon Musk tersebut.

Dalam kesepakatan yang ditandatangani baru-baru ini, satelit besutan VinSpace akan menumpang program misi berbagi tumpangan (rideshare) bernama Transporter. Program ini memungkinkan beberapa korporasi mengirimkan satelit mereka menggunakan satu roket yang sama, sehingga menekan biaya operasional peluncuran secara signifikan.

Melalui proyek perdana ini, VinSpace berencana menguji coba teknologi satelit rancangan mandiri langsung di orbit. Uji coba tersebut diharapkan menjadi fondasi penting bagi pengembangan layanan komersial mereka di masa depan. CEO VinSpace, Thu Vu, menekankan bahwa akses transportasi luar angkasa yang andal merupakan kunci utama dalam merealisasikan inovasi satelit menjadi misi operasional yang sukses.

Kendati demikian, pihak VinSpace masih merahasiakan rincian spesifikasi satelit, jumlah unit yang akan dikirim ke luar angkasa, serta nilai kontrak investasi dengan SpaceX. VinSpace sendiri merupakan anak usaha Vingroup, konglomerasi terbesar di Vietnam yang didirikan oleh miliarder Pham Nhat Vuong, yang kini terus memperluas ekspansinya ke sektor teknologi tinggi seperti kendaraan listrik, kecerdasan buatan (AI), dan antariksa.

Kolaborasi ini sekaligus mempertegas ambisi Vietnam untuk menjadi salah satu kekuatan teknologi antariksa tingkat menengah di kawasan Asia Tenggara pada 2030. Pemerintah Vietnam sendiri telah merintis industri ini sejak meluncurkan satelit komunikasi pertamanya pada 2008, disusul pembukaan pusat sains antariksa di Hanoi serta pemberian izin uji coba internet satelit Starlink milik SpaceX di wilayah mereka.