Upaya akselerasi kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah terus digalakkan oleh Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar. Melalui lokakarya bertajuk 'Peningkatan Publikasi Karya Ilmiah Dosen' yang diselenggarakan di Ruang Senat FAH pada Senin (13/7/2026), institusi ini berkomitmen mendorong para akademisi untuk menghasilkan riset yang kompetitif di kancah nasional maupun internasional.
Dekan FAH UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Barsihannor, M.Ag., menjelaskan bahwa performa publikasi ilmiah merupakan tolok ukur krusial bagi reputasi sebuah perguruan tinggi. Ia menekankan pentingnya mengadopsi perkembangan teknologi mutakhir sebagai alat bantu peningkatan produktivitas, dengan catatan tetap menjunjung tinggi orisinalitas serta etika akademik.
Dalam sesi pertama, Baharuddin, S.Si., M.Si., memaparkan potensi kecerdasan buatan, khususnya Claude AI, dalam mempermudah perancangan artikel ilmiah. Teknologi ini dinilai efektif untuk menyusun kerangka tulisan, merapikan struktur argumen, menyunting tata bahasa, hingga merangkum referensi literatur secara lebih efisien.
Meski demikian, Baharuddin menegaskan bahwa kehadiran AI tidak akan pernah bisa menggantikan peran sentral seorang peneliti. Tanggung jawab penuh atas orisinalitas metodologi, kedalaman analisis, serta penarikan kesimpulan tetap berada di tangan penulis, sehingga AI harus diposisikan murni sebagai asisten pendukung.
Sementara itu, sesi kedua diisi oleh Dr. Adi Wijaya, M.Kom., yang mengupas tuntas strategi menembus jurnal terakreditasi dan bereputasi global. Adi membagikan kiat-kiat praktis, mulai dari cara memilih penerbit jurnal yang tepat, menyelaraskan format naskah dengan standar editorial, memahami dinamika peer review, hingga mengantisipasi faktor-faktor umum yang memicu penolakan draf artikel.
Pelatihan yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan diskusi mendalam mengenai tantangan riil yang dihadapi dosen dalam dunia kepenulisan ilmiah. Program strategis ini diharapkan mampu mendongkrak portofolio riset civitas akademika FAH UIN Alauddin Makassar sekaligus memperkuat posisi kampus dalam peta akademik global.