Pemanfaatan inovasi teknologi dan integrasi ke dalam ekosistem keuangan digital terbukti menjadi motor penggerak utama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk naik kelas. Salah satu contoh sukses ditunjukkan oleh Suhita Lebah Indonesia, produsen madu murni asal Bandar Lampung, yang berhasil mempercepat kapasitas produksinya melalui penerapan teknologi ramah lingkungan dan digitalisasi sistem pembayaran.
Dalam menjalankan roda bisnisnya, usaha yang dirintis oleh Isnina ini mengintegrasikan pasokan bahan baku dari peternakan mandiri, mitra peternak, hingga petani lebah lokal. Seluruh proses penyaringan dan pengemasan dilakukan di fasilitas khusus yang memenuhi standar ketat keamanan pangan. Kualitas gizi madu tetap terjaga optimal berkat metode pengurangan kadar air tanpa menggunakan suhu tinggi, sebuah teknik yang sejalan dengan standar SNI sekaligus menghemat energi.
Langkah ekspansi bisnis Suhita Lebah Indonesia kian mantap setelah resmi bergabung menjadi UMKM binaan Rumah BUMN BRI Bakauheni pada tahun 2021. Melalui program pembinaan ini, Isnina mendapatkan berbagai pelatihan manajemen usaha secara komprehensif serta berkesempatan mengikuti inkubasi bisnis bergengsi seperti BRIncubator, BRILiaNpreneur, hingga ajang pameran dagang skala nasional.
Guna memperkokoh struktur permodalannya, produsen madu lokal ini memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Di sisi operasional harian, sistem pembayaran nontunai menggunakan QRIS BRI juga diterapkan untuk mempermudah transaksi konsumen di berbagai wilayah secara lebih aman dan cepat.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengapresiasi kegigihan UMKM ini dalam mengadopsi teknologi baru di tengah persaingan era digital yang ketat. Ia menegaskan komitmen BRI melalui Rumah BUMN untuk terus mendampingi para pelaku usaha lokal agar mampu memperluas pangsa pasar dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan sekitar.