Direktorat Kemahasiswaan, Karir, dan Alumni (DKKA) Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) mulai menjajaki kerja sama strategis dengan perusahaan teknologi PT Curaweda Palagan Innotech. Penjajakan ini diawali dengan kunjungan delegasi UAI ke Museum Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, guna mengeksplorasi pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mendorong kreativitas dan kewirausahaan mahasiswa.
Delegasi UAI yang dipimpin langsung oleh Direktur DKKA, Andri Hadiansyah, disambut hangat oleh Pendiri sekaligus CEO PT Curaweda Palagan Innotech, Azhar Muhammad Fuad. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak mendiskusikan berbagai potensi integrasi teknologi AI, khususnya dalam merancang program kewirausahaan mahasiswa serta upaya pelestarian nilai-nilai budaya nusantara di era digital.
Salah satu poin penting diskusi ini menyoroti bagaimana kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk mendokumentasikan dan mempromosikan warisan tradisi. UAI membagikan inisiatif yang saat ini tengah mereka jalankan bersama Pemerintah Kota Batam dan Lembaga Adat Melayu (LAM), yakni proyek digitalisasi berbasis AI untuk pelestarian karya sastra klasik Gurindam Dua Belas sekaligus pemberdayaan pelaku UMKM lokal.
Selain berdiskusi, rombongan UAI juga berkesempatan menyaksikan pemutaran film pendek bertema sejarah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika yang diproduksi menggunakan teknologi AI generatif. Karya audio-visual yang dipamerkan di Lantai 3 Museum Indonesia ini dirancang sebagai media edukasi sejarah yang interaktif dan dijadwalkan akan ditayangkan hingga Desember 2026.
Kunjungan diakhiri dengan uji coba fitur interaktif AI yang memungkinkan pengunjung berfoto virtual bersama Proklamator RI, Ir. Soekarno, lengkap dengan pencetakan kutipan motivasi personal. Sinergi antara akademisi dan industri teknologi ini diharapkan mampu melahirkan inovasi baru yang tidak hanya meningkatkan daya saing mahasiswa, tetapi juga memperkuat ketahanan budaya nasional melalui teknologi terkini.