Kehadiran kecerdasan buatan (AI) kini tidak hanya mengoptimalkan efisiensi kerja di rumah sakit modern, tetapi juga menjadi pilar penting dalam mewujudkan pemerataan layanan kesehatan. Teknologi ini membuka peluang besar bagi masyarakat di wilayah terpencil yang selama ini kesulitan mengakses tenaga medis spesialis dan fasilitas kesehatan yang memadai.

Chief Medical Officer Philips, Dr. Carla Goulart Peron, membagikan pengalamannya saat mengawali karier sebagai spesialis obstetri dan ginekologi di Brasil. Kala itu, ia dihadapkan pada situasi darurat menangani pasien hamil dengan perdarahan tanpa bekal keterampilan yang cukup untuk mengoperasikan mesin ultrasonografi (USG) yang tersedia. Ia harus dipandu secara verbal melalui telepon oleh sejawat senior untuk mendiagnosis pasien.

Kini, kendala komunikasi tersebut dapat dijembatani oleh kemajuan teknologi digital. Melalui koneksi internet cepat seperti Wi-Fi dan 5G, dokter senior di pusat kota dapat langsung melihat hasil pencitraan USG secara real-time dan memberikan instruksi langsung kepada tenaga medis di lapangan untuk mengarahkan alat pemindai secara tepat.

Melangkah lebih jauh, Philips berkolaborasi dengan Gates Foundation dalam mengembangkan inovasi bernama SmartSweep. Perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan ini dirancang untuk mempermudah skrining kehamilan, bahkan oleh tenaga kesehatan yang belum pernah menerima pelatihan USG formal sebelumnya. Pengguna cukup menggerakkan alat pemindai secara horizontal dan vertikal pada perut ibu hamil.

Meski tidak menggantikan pemeriksaan USG komprehensif oleh dokter ahli, SmartSweep berfungsi sebagai instrumen triase yang krusial. Sistem AI ini mampu menganalisis apakah kehamilan tersebut berisiko rendah sehingga bisa ditangani secara lokal, atau memiliki risiko tinggi yang membutuhkan rujukan segera ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut.

Kendati demikian, Dr. Carla mengingatkan bahwa teknologi canggih bukanlah satu-satunya jawaban atas ketimpangan akses kesehatan. Keberhasilan inovasi ini harus ditopang oleh pembangunan infrastruktur fisik, sistem rujukan yang terintegrasi, serta pelatihan berkelanjutan bagi para tenaga medis agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat luas.