Juara dunia tinju kelas berat asal Ukraina, Oleksandr Usyk, tengah berdiri di titik persimpangan paling krusial dalam perjalanan kariernya yang gemilang. Petinju berusia 39 tahun tersebut menghadapi dilema besar: memenuhi mandat World Boxing Council (WBC) untuk bertarung melawan penantang wajib Agit Kabayel, atau justru memilih mengakhiri karier profesionalnya dengan gantung sarung tinju.

Pernyataan mengejutkan datang dari perwakilan tim Usyk, Sergey Lapin, yang mengungkapkan secara eksklusif kepada media Snabbare bahwa duel dramatis melawan Rico Verhoeven di Mesir beberapa waktu lalu sangat mungkin menjadi penampilan terakhir sang juara di atas ring. Lapin menegaskan bahwa pihaknya tidak terpengaruh oleh tekanan publik maupun perang opini di media sosial terkait pertarungan selanjutnya.

"Oleksandr telah menghabiskan seluruh kariernya untuk membuktikan siapa dirinya. Pada tahap ini, pertanyaannya bukan lagi apa yang harus Usyk bayar kepada orang lain, melainkan acara seperti apa yang bisa dibangun," ujar Lapin. Ia menambahkan bahwa timnya terbuka untuk proposal bisnis yang serius, bukan sekadar wacana tanpa fondasi komersial yang jelas.

WBC telah menetapkan tenggat waktu hingga 30 Juni 2026 bagi kubu Usyk dan Kabayel untuk mencapai kesepakatan. Apabila negosiasi menemui jalan buntu, status pertarungan tersebut akan dilempar ke mekanisme lelang terbuka atau purse bid. Meski Penasihat Kerajaan Arab Saudi, Turki Alalshikh, sempat menyuarakan dukungannya terhadap Kabayel sebagai lawan berikutnya, daya tarik finansial dari laga ulang melawan Rico Verhoeven dinilai jauh lebih menggiurkan bagi para promotor.

Rekam jejak Usyk menunjukkan bahwa petinju kelahiran Ukraina ini tidak pernah ragu melepaskan sabuk juara demi mengejar pertarungan bernilai tinggi. Strategi tersebut justru menjadi kunci yang mengantarkannya meraih status juara dunia tak terbantahkan (undisputed) dua kali di kelas berat, tanpa pernah sekalipun mencicipi kekalahan sepanjang karier profesionalnya.

Lapin memastikan bahwa kejelasan mengenai masa depan Usyk akan diumumkan secara resmi dalam waktu dekat. Ia juga menekankan bahwa opsi pensiun total dari dunia tinju bukanlah sekadar gertakan. "Ketika seorang petarung telah meraih semua pencapaian seperti yang diraih Oleksandr, setiap penampilannya menjadi sangat istimewa. Sangat mungkin para penggemar telah menyaksikannya bertarung di ring untuk terakhir kalinya," tegasnya.

Jika Usyk akhirnya memutuskan untuk pensiun atau menanggalkan sabuk WBC demi mengejar pertarungan komersial melawan Verhoeven, Agit Kabayel yang memiliki rekor sempurna 27 kemenangan tanpa kekalahan dengan 19 KO akan secara otomatis dinaikkan statusnya menjadi Juara Dunia WBC. Dalam skenario tersebut, nama Tyson Fury diprediksi akan segera muncul sebagai penantang utama, mengingat sang Gypsy King saat ini menduduki posisi penantang nomor satu WBC dan diketahui memiliki kedekatan personal dengan petinju asal Jerman itu.