Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah The Lancet Regional Health-Europe mengungkapkan fakta mengkhawatirkan mengenai dampak gangguan kesehatan mental terhadap kondisi fisik manusia. Gangguan jiwa seperti depresi, kecemasan (anxiety), bipolar, hingga skizofrenia terbukti dapat memangkas angka harapan hidup seseorang antara 10 hingga 20 tahun lebih cepat.

Pemicu utama dari penurunan drastis usia harapan hidup ini adalah tingginya kerentanan pasien gangguan mental terhadap penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke. Data penelitian menunjukkan bahwa individu yang berjuang dengan masalah kejiwaan menghadapi risiko hingga dua kali lipat lebih tinggi untuk mengalami komplikasi fatal pada jantung dan pembuluh darah mereka dibandingkan populasi umum.

Secara lebih terperinci, laporan tersebut mencatat bahwa penderita depresi memiliki probabilitas 72 persen lebih besar terkena penyakit jantung. Sementara itu, mereka yang mengalami gangguan kecemasan memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular 41 persen lebih tinggi. Risiko paling ekstrem ditemukan pada penderita skizofrenia, di mana potensi serangan jantung melonjak hampir dua kali lipat atau mencapai 95 persen.

Korelasi erat ini dipicu oleh kombinasi faktor biologis dan pola hidup. Stres kronis yang dialami penderita gangguan mental memicu respons peradangan sistemik dan mengacaukan regulasi hormon di dalam tubuh. Kondisi fisik ini diperparah oleh kecenderungan gaya hidup tidak sehat yang kerap menyertai depresi, seperti kurangnya aktivitas fisik, gangguan tidur kronis, hingga kebiasaan merokok.

Meskipun hubungan klinis ini nyata, para peneliti menyoroti adanya kesenjangan dalam sistem pelayanan kesehatan. Pasien dengan masalah kejiwaan sering kali mendapatkan pemeriksaan fisik dan skrining jantung yang kurang memadai dibandingkan pasien biasa. Hal ini disebabkan oleh keterlambatan diagnosis akibat stigma sosial terhadap gangguan jiwa serta hambatan ekonomi.

Menyikapi temuan ini, tim peneliti mendesak penerapan metode perawatan menyeluruh yang mengintegrasikan penanganan kesehatan mental dan fisik secara bersamaan. Pendekatan terpadu ini dinilai krusial untuk menekan angka kematian dini akibat komplikasi jantung pada kelompok rentan, sekaligus memberikan hak layanan kesehatan yang setara bagi seluruh pasien.