Pergeseran demografis yang ekstrem di Jepang kini memicu fenomena unik di dunia usaha. Saat ini, jumlah hewan peliharaan di Negeri Sakura telah melampaui populasi anak-anak di bawah usia 15 tahun dengan selisih lebih dari dua juta. Kondisi tersebut memaksa para produsen yang dulunya fokus pada perlengkapan bayi untuk memutar haluan dan merambah pasar perawatan hewan peliharaan.
Berdasarkan data lembaga riset pasar Euromonitor, pasar perawatan hewan peliharaan di Jepang diproyeksikan melonjak hingga mencapai sekitar 880 miliar yen (setara 5,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp88 triliun) pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat dibandingkan dengan nilai pasar pada tahun 2020 yang berada di kisaran 690 miliar yen.
Salah satu raksasa bisnis yang sukses melakukan transisi ini adalah Unicharm, produsen yang dikenal luas dengan produk popok bayi dan pembalut wanita. Masuk ke pasar popok hewan peliharaan sejak tahun 2001, segmen ini kini menyumbang sekitar 17 persen dari total pendapatan global Unicharm dan menghasilkan margin keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan produk untuk manusia.
Fenomena ini erat kaitannya dengan perubahan struktur sosial masyarakat Jepang. Semakin banyak warga yang memilih hidup melajang, menunda pernikahan, atau memutuskan untuk tidak memiliki anak. Hal ini mendorong munculnya tren "memanusiakan hewan peliharaan" (pet humanization), di mana anjing dan kucing dianggap sebagai anggota keluarga inti, sehingga pemiliknya tidak ragu mengeluarkan anggaran besar untuk membeli produk kebutuhan premium.
Langkah adaptif serupa juga diambil oleh Lucky Industries, produsen gendongan bayi tertua di Jepang. Akibat menyusutnya angka kelahiran baru secara nasional, perusahaan ini memutuskan untuk memproduksi tas gendong khusus untuk anjing dan kucing guna menyelamatkan pendapatan korporasi yang terus menurun.
Para pengamat industri menilai pergeseran bisnis ini sebagai strategi bertahan hidup yang mutlak diperlukan. Di tengah menyusutnya pasar produk anak-anak, industri perawatan hewan peliharaan hadir sebagai motor pertumbuhan baru yang menjanjikan bagi keberlangsungan sektor manufaktur di Jepang.