Menjelang laga perempat final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Norwegia dengan Inggris, bintang sekaligus ujung tombak Norwegia, Erling Haaland, melontarkan pernyataan bernada psywar. Pemain berusia 25 tahun itu secara terbuka meminta media untuk melimpahkan beban tekanan mental kepada skuad asuhan Thomas Tuchel.

Pertandingan yang sangat dinantikan ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu (12/7) pukul 04.00 WIB di Stadion Miami, Amerika Serikat. Haaland, yang telah menjadi motor serangan utama bagi Norwegia, tercatat telah mengoleksi tujuh gol dari lima penampilan, sebuah performa impresif yang membawa negaranya menembus babak delapan besar untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Bagi Haaland, pertandingan ini memiliki dimensi emosional yang mendalam. Ia lahir di Leeds, Inggris, dan saat ini berkarier di kancah Premier League bersama Manchester City. Kondisi ini membuat Haaland akan berhadapan dengan banyak rekan setim dan lawan yang sudah sangat ia kenal di level liga domestik.

Kendati tengah berada dalam performa puncak, Haaland memilih untuk tetap bersikap rendah hati. Dalam sesi konferensi pers di Miami, ia menepis anggapan bahwa Norwegia menjadi tim yang diunggulkan. Menurutnya, Inggris tetap merupakan kandidat kuat untuk merengkuh trofi juara pada edisi Piala Dunia kali ini.

"Saya rasa peluang kami masih tipis. Ada tim-tim yang jelas menjadi favorit dan Inggris adalah salah satunya. Saya pikir media harus menaruh seluruh tekanan di pundak para pemain Inggris," ujar top skor sementara tersebut.

Haaland menegaskan bahwa timnya harus tetap membumi dan menghormati kualitas materi pemain yang dimiliki oleh The Three Lions. Meski begitu, ia memastikan bahwa pertandingan mendatang akan menjadi laga yang emosional sekaligus menghibur bagi para penggemar sepak bola dunia.