Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga terus berkomitmen meningkatkan integritas, kedisiplinan, dan etos kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya. Salah satu langkah nyata yang konsisten dilakukan adalah melalui program pembinaan mental dan spiritual secara berkala, seperti ibadah bersama yang digelar bagi para pegawai lintas agama.
Pada Senin (13/7/2026) pagi, ASN beragama Kristen Protestan di lingkungan Pemko Sibolga melaksanakan ibadah bersama di Aula Dinas Kesehatan Kota Sibolga, Jalan SM Raja Nomor 56A. Kegiatan ibadah ini diikuti secara khidmat oleh pegawai negeri sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu maupun paruh waktu, hingga tenaga alih daya (outsourcing). Dinas Kesehatan Kota Sibolga bertindak sebagai penanggung jawab pelaksana kegiatan kali ini.
Rangkaian ibadah diawali dengan puji-pujian dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian khotbah oleh Pendeta Tuti Purba dari Gereja Bethel Indonesia (GBI) Sibolga Baru. Mengambil landasan firman Tuhan dari Kitab 1 Petrus 3:10 yang mengusung tema "Kejujuran", Pendeta Tuti mengingatkan pentingnya menjaga ucapan dan menjauhi perilaku menipu demi menjaga kebaikan hidup. Ia menekankan bahwa kejujuran harus tecermin dalam perkataan dan tindakan nyata demi membangun kepercayaan publik.
Kegiatan pembinaan spiritual ini merujuk langsung pada Surat Edaran Wali Kota Sibolga Nomor: 451.12/77/2026. Regulasi tersebut mengatur pelaksanaan salat Zuhur berjamaah bagi pegawai beragama Islam serta kebaktian bagi pegawai Kristen dan Katolik di lingkungan pemerintahan setempat. Program yang digagas oleh Wali Kota Akhmad Syukri Nazry Penarik dan Wakil Wali Kota Pantas Maruba Lumban Tobing ini dijadwalkan secara bergiliran setiap Senin hingga Kamis bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Melalui sistem penjadwalan berkala tersebut, Pemko Sibolga memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal tanpa gangguan. Program ini diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas formalitas, melainkan mampu membentuk budaya kerja aparatur yang berintegritas tinggi, harmonis, serta berorientasi penuh pada pelayanan publik yang lebih baik dan tepercaya.