BOGOR — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) resmi memperluas kolaborasi strategis dengan organisasi nirlaba global, Vitamin Angels, guna memperkuat Program Suplementasi Vitamin A Nasional. Langkah ini ditandai dengan pendistribusian 870.000 kapsul vitamin A serta penguatan kapasitas ribuan tenaga kesehatan di berbagai daerah sepanjang bulan Agustus 2026.

Kemitraan ini menjadi sangat krusial mengingat data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi stunting pada balita masih berada di angka 21,5 persen dan wasting sebesar 8,5 persen. Merujuk pada data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pemberian vitamin A secara konsisten mampu memangkas risiko kematian balita usia 6 hingga 59 bulan hingga 24 persen pada populasi rentan.

Meskipun program suplementasi ini diselenggarakan rutin setiap Februari dan Agustus, tantangan pemenuhan dosis ganda masih membayangi. SKI 2023 mencatat baru sekitar 32,2 persen anak yang menerima dua dosis vitamin A tahunan yang direkomendasikan, sementara 49,9 persen lainnya baru menerima satu dosis. Celah inilah yang diupayakan Kemenkes bersama Vitamin Angels untuk segera dijembatani melalui perbaikan sistem distribusi dan edukasi.

Penasihat Teknis Vitamin Angels Indonesia, Otte Santika, menjelaskan bahwa efektivitas intervensi gizi akan optimal saat pemerintah memimpin di depan dengan dukungan keahlian teknis dari para mitra. Melalui kerja sama ini, Vitamin Angels tidak hanya membantu pasokan kapsul bekerja sama dengan Kimia Farma, tetapi juga merancang ulang materi komunikasi perubahan perilaku dan memperketat evaluasi program di lapangan.

Salah satu pilar penting dalam kampanye ini adalah peningkatan kapasitas tenaga kesehatan (nakes). Melalui webinar nasional yang digelar Kemenkes dan didukung Vitamin Angels, sebanyak 3.755 nakes telah mengikuti pelatihan intensif secara langsung, disusul hampir 18.000 nakes lainnya yang mengakses materi edukasi secara digital dalam hitungan hari.

Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes, Dr. Lovely Daisy, mengapresiasi dukungan ini sebagai langkah nyata dalam melindungi tumbuh kembang anak Indonesia. Evaluasi menyeluruh dari kampanye Agustus ini nantinya akan dijadikan fondasi utama untuk merumuskan strategi yang lebih matang menjelang Bulan Suplementasi Vitamin A berikutnya pada Februari 2027.