Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dilaporkan tengah melakukan perjalanan darurat kembali ke Teheran dari Irak setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke sejumlah titik di wilayah selatan Iran pada Selasa (7/7) malam waktu setempat.

Sebelumnya, Pezeshkian diketahui berada di Kota Najaf, Irak, dalam rangka menghadiri rangkaian prosesi pemakaman mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Keberangkatan Presiden Iran ini dilakukan tak lama setelah dentuman ledakan dilaporkan mengguncang kawasan sekitar Selat Hormuz, termasuk Pulau Qeshm dan Pelabuhan Sirik.

Pusat Komando Amerika Serikat (CENTCOM) secara terbuka menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan aksi balasan atas insiden penembakan terhadap tiga kapal komersial di perairan Oman, dekat Selat Hormuz. Pihak Washington menilai tindakan Iran sebagai pelanggaran serius terhadap nota kesepahaman (MoU) gencatan senjata yang telah disepakati kedua belah pihak pada 17 Juni lalu.

Seorang pejabat Amerika Serikat menegaskan bahwa tindakan militer ini diambil sebagai bentuk konsekuensi atas apa yang mereka sebut sebagai aksi terorisme internasional. Pihak AS menekankan bahwa Iran telah diperingatkan mengenai dampak dari provokasi di jalur perdagangan vital tersebut, namun insiden tetap terjadi.

Hingga berita ini diturunkan, prosesi pemakaman Ali Khamenei dijadwalkan tetap berlangsung hingga Kamis (9/7). Jenazah sang pemimpin rencananya akan dibawa kembali ke Iran untuk dimakamkan di kompleks Makam Imam Reza, di kampung halamannya, Mashhad.