Pemerintah Kabupaten Jember mengambil langkah tegas dalam mengelola ruang fiskal dengan menghentikan dukungan anggaran untuk kegiatan-kegiatan yang dinilai sekadar seremonial. Kebijakan ini diambil guna memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) diprioritaskan bagi program yang memberikan dampak konkret terhadap kesejahteraan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, serta prestasi daerah.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait, saat menghadiri pelantikan jajaran pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Jember periode 2025–2030 di Pendopo Wahyawibawagraha. Pria yang akrab disapa Gus Fawait ini menekankan pentingnya analisis berbasis data dalam mengukur efektivitas setiap kegiatan yang didanai pemerintah.
Sebagai contoh keberhasilan, ia merujuk pada gelaran Jember Fashion Carnaval (JFC) tahun lalu. Dengan stimulus APBD sekitar Rp2 miliar, ajang internasional tersebut mampu menggerakkan roda ekonomi daerah hingga mencatatkan perputaran transaksi melampaui Rp100 miliar. Pola sukses inilah yang diharapkan dapat direplikasi oleh KORMI Jember dalam merancang berbagai kegiatannya.
Gus Fawait mengimbau agar agenda olahraga rekreasi seperti marching band dan karnaval olahraga dikemas lebih kreatif agar tidak hanya menyehatkan fisik, tetapi juga memicu kunjungan wisatawan serta menghidupkan pelaku UMKM. Kolaborasi aktif ini diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam upaya menekan angka kemiskinan di Jember.
Senada dengan hal itu, Ketua KORMI Jawa Timur, Debi Sisilia Samoa, berharap kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Tri Basuki dapat memperluas kampanye Gerakan Indonesia Aktif hingga ke pelosok desa. Ia mendorong pemanfaatan media sosial serta sinergi yang erat dengan pemerintah daerah untuk mengedukasi masyarakat agar rutin berolahraga minimal 30 menit sehari.
Merespons arahan tersebut, Ketua KORMI Jember Tri Basuki mengusung visi "Jember Bergerak, Jember Sehat, Jember Bahagia". Untuk merealisasikannya, KORMI Jember telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari pembentukan Kampung Olahraga, penyelenggaraan kegiatan rutin bulanan di tingkat kecamatan, hingga integrasi olahraga rekreasi dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif guna menjadikan Jember sebagai barometer olahraga masyarakat di Jawa Timur.