Panitia Penyelenggara Asian Games Aichi-Nagoya 2026 (AINAGOC) siap menghadirkan terobosan baru dalam sejarah pesta olahraga terbesar di Asia tersebut. Untuk pertama kalinya, sebuah kapal pesiar mewah akan dialihfungsikan menjadi perkampungan atlet terapung guna menampung ribuan kontingen dari berbagai negara.
Langkah inovatif ini diambil sebagai alternatif pengganti wisma atlet permanen demi menekan biaya pembangunan infrastruktur baru. Berdasarkan data Dewan Olimpiade Asia (OCA), kapal pesiar yang akan bersandar di Pelabuhan Nagoya ini diproyeksikan mampu menampung sekitar 4.600 atlet dan ofisial dari 20 cabang olahraga yang lokasi pertandingannya berada di sekitar pelabuhan.
Guna menunjang mobilitas peserta, panitia juga menyiapkan akomodasi di darat serta armada bus antar-jemput. Layanan transportasi ini dirancang untuk menghubungkan area pelabuhan dengan lokasi penting lainnya dengan waktu tempuh singkat, yakni sekitar 15 menit saja.
Konsep unik ini mendapat sambutan hangat dari sejumlah delegasi teknis. Max Mager, Delegasi Teknis BMX Racing asal Singapura, menilai konsep ini sangat baik asalkan fasilitas penunjang seperti ruang kebugaran, katering, dan penyimpanan peralatan di atas kapal tetap terpenuhi dengan standar tinggi. Senada dengan Max, Delegasi Teknis Sepeda Gunung, Beatrice Alfred Lajawa, menyebut penginapan terpadu ini akan mempererat interaksi dan kebersamaan antar-atlet dari berbagai cabang olahraga.
Meskipun metode serupa pernah diterapkan pada Universiade 2019 di Napoli, Italia, penerapannya dalam skala sebesar Asian Games menjadi tonggak sejarah baru dalam manajemen multiajang olahraga dunia. Langkah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi penyelenggaraan ajang olahraga internasional di masa mendatang dalam hal efisiensi dan keberlanjutan.