Kelurahan Kedung Badak di Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, kini tengah mengintensifkan program penataan wilayah guna merespons tantangan urbanisasi yang tinggi. Melalui kegiatan pemetaan potensi dan masalah lingkungan yang digelar pada Selasa (28/7/2026), pemerintah setempat menetapkan tiga fokus utama pembangunan: penanggulangan banjir musiman, perbaikan sistem pengelolaan sampah, serta penataan kawasan bisnis.

Memiliki luas wilayah sekitar 2,40 kilometer persegi dengan populasi melampaui 30 ribu jiwa, Kedung Badak dikategorikan sebagai kawasan padat penduduk yang tumbuh pesat, terutama di sektor perdagangan sepanjang koridor Jalan Sholeh Iskandar. Karakteristik urban yang khas ini menuntut pemerintah daerah untuk merancang kebijakan berbasis kondisi riil di lapangan.

Camat Tanah Sareal, Rokib, menekankan pentingnya pendekatan langsung ke masyarakat dalam menyusun program kerja. Menurutnya, dinamika sosial-ekonomi di Kedung Badak memerlukan penanganan yang lebih presisi, di mana aspirasi warga sebaiknya diserap langsung melalui interaksi informal di tingkat komunitas, seperti di Posyandu maupun Kelompok Wanita Tani (KWT).

Salah satu isu krusial yang mendesak untuk diselesaikan adalah banjir tahunan di RT 04 RW 09, yang kerap melumpuhkan akses menuju fasilitas publik seperti sekolah dan Puskesmas Kedung Badak. Lurah Kedung Badak, Ahnim Sutangyat, menjelaskan bahwa langkah taktis berupa normalisasi saluran air terus berjalan dengan melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) serta Kementerian Pekerjaan Umum.

Selain normalisasi, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Bogor juga tengah merancang pembangunan sistem drainase baru guna mengantisipasi genangan saat intensitas hujan tinggi. Upaya mitigasi bencana longsor pun diperkuat melalui pembangunan dinding penahan tanah (DPT) di titik-titik rawan sepanjang aliran air.

Di sektor sanitasi, pemerintah kelurahan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengatasi penumpukan sampah di sejumlah tempat pembuangan sementara (TPS), khususnya di wilayah RW 01 dan RW 08. Kampanye pemilahan sampah dari rumah tangga digalakkan bersamaan dengan operasi pembersihan sampah liar berukuran besar seperti puing bangunan dan kasur bekas yang kerap dibuang ke bantaran sungai.

Sementara itu, pesatnya pertumbuhan ekonomi di Jalan Sholeh Iskandar disikapi dengan pengawasan ketat terhadap perizinan usaha dan kelayakan bangunan demi menjaga ketertiban tata ruang. Di bidang administrasi, kelurahan juga merencanakan pemekaran rukun tetangga (RT) di RW 10 untuk memaksimalkan pelayanan publik bagi sekitar 60 kepala keluarga di wilayah tersebut.