Tragedi tewasnya Sumarna (40), seorang petugas keamanan di kawasan Waduk Jatiluhur, memicu reaksi cepat dari Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, mendesak adanya pembenahan dan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan di seluruh objek vital yang ada di wilayah tersebut.
Hal ini disampaikan pria yang akrab disapa Om Zein tersebut saat mengunjungi rumah duka di Dusun III, Desa Kembangkuning, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, untuk menyampaikan rasa belasungkawa langsung kepada keluarga korban pada Minggu (26/7/2026).
Menurut Om Zein, insiden memilukan ini harus menjadi momentum penting bagi pengelola objek vital untuk meninjau kembali standar operasional prosedur (SOP) pengamanan. Ia menyoroti pentingnya modernisasi sarana penunjang serta rasionalisasi jumlah personel yang bertugas di lapangan guna meminimalkan celah kerawanan.
Lebih lanjut, ia menekankan agar area luas seperti Waduk Jatiluhur dilengkapi dengan kamera pengawas (CCTV) di titik-titik strategis serta sistem pencahayaan yang optimal. Ia juga menegaskan bahwa penugasan tunggal di kawasan rawan harus dihindari; jumlah personel harus disesuaikan dengan tingkat risiko dan luas wilayah kerja guna menjamin keselamatan para petugas itu sendiri.
Terkait penyebab kematian Sumarna yang juga menjabat sebagai Komandan Pleton (Danton) Linmas Desa Kembangkuning, Pemkab Purwakarta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian. Om Zein juga menepis isu miring dan memastikan bahwa kejadian ini tidak berkaitan dengan urusan kedinasan maupun pengelolaan dana Linmas. Saat ini, kepolisian tengah menunggu hasil otopsi resmi untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Langkah evaluasi ini diharapkan dapat segera diimplementasikan oleh Perum Jasa Tirta (PJT) selaku pengelola maupun pihak terkait lainnya. Dengan standarisasi pengamanan yang lebih ketat, diharapkan keamanan lingkungan kerja di objek vital nasional semakin meningkat dan kejadian serupa tidak terulang kembali.