Kabupaten Bima — Kepengurusan baru Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI) Kabupaten Bima untuk periode 2026-2030 resmi dikukuhkan pada Kamis (25/6/2026). Prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat di aula Masjid Agung Kabupaten Bima, Dadibou, Kecamatan Woha, dipimpin langsung oleh Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bima, Nurdin Amin.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan surat keputusan (SK) kepengurusan FOKSI Kabupaten Bima, dilanjutkan pengambilan sumpah jabatan serta penandatanganan berita acara pelantikan. Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus FOKSI Kabupaten Dompu serta perwakilan Kodim 1608/Bima sebagai saksi.
Ketua Umum FOKSI Kabupaten Bima, Fachriman, menyampaikan rasa terima kasih atas kesediaan Ketua Harian KONI Kabupaten Bima yang meluangkan waktu untuk melantik kepengurusan baru. Ia menegaskan bahwa kabaddi merupakan cabang olahraga yang menuntut kekuatan fisik, kecepatan, kelincahan, serta strategi bermain yang matang. "Permainan ini membutuhkan daya tahan napas yang sangat baik, kekuatan otot tungkai untuk melesat atau menghindar, serta koordinasi dan kerja sama tim yang solid," jelasnya.
Fachriman mengungkapkan bahwa pasca-pengukuhan, pengurus FOKSI Kabupaten Bima akan segera bergerak mensosialisasikan olahraga kabaddi kepada masyarakat luas maupun di lingkungan sekolah. Program pembinaan atlet melalui pelatihan terstruktur juga menjadi prioritas utama, dengan harapan dapat melahirkan atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Bima di berbagai ajang kompetisi.
"Selain menyiapkan atlet, komitmen kami juga mencakup peningkatan kompetensi pelatih dan wasit secara berkelanjutan," tambahnya. Ia juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari KONI Kabupaten Bima, Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, Pemerintah Kabupaten Bima, hingga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah termasuk TNI dan Polri.
Di sisi lain, Nurdin Amin yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Bima dari fraksi PDI Perjuangan, mengaku bersyukur dapat menghadiri acara ini di tengah kesibukannya menjalankan roadshow ke sembilan cabang olahraga dalam rangka konsolidasi persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Barat yang dijadwalkan berlangsung Juli 2026.
"Saya baru mendapat mandat dari Ketua Umum KONI Kabupaten Bima melalui telepon setelah pukul 16.00 WITA, lalu langsung memutar arah menuju lokasi pelantikan," ungkap Nurdin. Ia berpesan agar pengurus yang baru dilantik dapat membina atlet kabaddi dengan semangat disiplin dan keberanian tinggi sehingga mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Nurdin juga menegaskan komitmen KONI Kabupaten Bima untuk memperlakukan seluruh cabang olahraga secara adil dan setara. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 33 cabang olahraga telah terdaftar di bawah naungan KONI Kabupaten Bima. "Saya bukan atlet, tapi semangat saya untuk memajukan olahraga di Kabupaten Bima sangat besar," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Nurdin menyoroti tantangan anggaran yang dihadapi KONI Kabupaten Bima. Menurutnya, alokasi hibah dari Pemerintah Kabupaten Bima saat ini hanya sebesar Rp1 miliar per tahun, sementara kebutuhan riil mencapai Rp3,5 miliar, terlebih dalam waktu dekat KONI harus memberangkatkan sekitar 600 atlet dari berbagai cabang olahraga untuk berlaga di Porprov NTB. Ia pun memohon dukungan dan doa dari seluruh pihak agar kendala pendanaan ini dapat teratasi.