Raksasa teknologi Apple tampaknya kian mantap menapaki jalan kemandirian komponen. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Qualcomm, pemasok chip modem utama mereka, memprediksi penurunan drastis dalam pasokan komponen untuk lini iPhone generasi mendatang, termasuk iPhone 18 Pro yang diperkirakan meluncur pada September 2026.

Chief Executive Officer Qualcomm, Cristiano Amon, mengungkapkan bahwa kontribusi bisnis dari Apple akan menyusut lebih cepat dari perkiraan awal. Dalam laporan keuangan kuartal fiskal ketiga, Amon menyebut pendapatan dari Apple bakal merosot tajam mulai kuartal berikutnya, menyusul porsi pasokan modem Qualcomm yang diproyeksikan anjlok hingga jauh di bawah 20 persen.

Pengakuan ini sekaligus mematahkan rumor sebelumnya yang menyebutkan Apple akan menerapkan strategi sumber ganda untuk iPhone 18 Pro. Sebelum pernyataan resmi Qualcomm ini dirilis, dokumen internal manufaktur sempat mengindikasikan bahwa modem Qualcomm Snapdragon X80 masih akan digunakan khusus untuk pasar Amerika Serikat guna mendukung jaringan 5G mmWave, sementara wilayah lain menggunakan chip mandiri Apple berkode C2.

Namun dengan proyeksi pangsa pasar Qualcomm yang menyusut drastis, analis meyakini Apple kemungkinan besar akan langsung bermigrasi secara masif ke modem internal mereka untuk hampir seluruh wilayah pemasaran. Langkah ini sejalan dengan strategi jangka panjang Apple untuk meminimalisasi ketergantungan pada vendor pihak ketiga, meniru kesuksesan transisi dari prosesor Intel ke Apple Silicon pada jajaran komputer Mac demi integrasi sistem yang lebih efisien dan hemat daya.

Meski kehilangan salah satu klien terbesarnya di industri ponsel pintar berimbas pada penurunan pendapatan divisi chipset seluler sebesar 20 persen menjadi 5,09 miliar dolar AS, Qualcomm tidak tampak khawatir. Perusahaan kini gencar melakukan diversifikasi bisnis dengan mengalihkan fokus ke sektor pusat data yang ditargetkan meraup pendapatan hingga 15 miliar dolar AS pada 2029, serta memperkuat ekspansi di industri otomotif pintar.