JAKARTA — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menginisiasi pembentukan Center of Excellence for Oleochemicals (CoE Oleokimia) sebagai langkah strategis mempercepat diversifikasi produk turunan kelapa sawit. Pusat unggulan ini dirancang untuk menjembatani jurang antara riset laboratorium, akademisi perguruan tinggi, dan kebutuhan nyata dunia industri komersial.
Gagasan tersebut mengemuka dalam diskusi yang digelar Pusat Riset Teknologi Proses BRIN bertajuk “Perluasan Diversifikasi Produk Hilir sebagai Strategi Penguatan Industri Sawit Indonesia”. Kepala Pusat Riset Teknologi Proses BRIN, Hens Saputra, menegaskan bahwa paradigma pengolahan sawit nasional harus bertransformasi dari sekadar mengejar kuantitas volume produksi menuju penciptaan nilai tambah berbasis inovasi teknologi.
Dari sisi dampak sosio-ekonomi, industri kelapa sawit menjadi tulang punggung yang menyerap lebih dari 17 juta tenaga kerja, serta menopang kesejahteraan lebih dari 50 juta jiwa masyarakat Indonesia. Perekayasa Ahli Utama BRIN, Indra Budi Susetyo, menilai besarnya kontribusi ini harus dibarengi dengan penguatan produk oleokimia dasar—seperti pelumas, material polimer, hingga perawatan diri—yang porsi pengembangannya saat ini masih relatif kecil dibandingkan sektor pangan dan energi primer.
Ketua Kelompok Riset 8 Teknologi Proses BRIN, Lanjar, menambahkan bahwa CoE Oleokimia diusulkan untuk membangun ekosistem riset yang terintegrasi. Pusat keunggulan tersebut tidak hanya berhenti pada penemuan di tingkat laboratorium, tetapi difokuskan untuk mentranslasikan hasil penelitian menjadi teknologi tepat guna yang siap diserap oleh pasar dan industri secara berkelanjutan.
Di sisi lain, Direktur Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia, Jenny Elisabeth, menekankan pentingnya penguasaan teknologi proses di dalam negeri. Mengingat lebih dari 70 persen minyak sawit dunia digunakan untuk sektor pangan, inovasi riset nasional diperlukan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan pembantu impor, menanggulangi isu kontaminan, serta menjawab tuntutan produk ramah lingkungan dan bebas lemak trans di pasar internasional.
Melalui penguatan sinergi antara BRIN, perguruan tinggi, dan pelaku usaha, pembentukan CoE Oleokimia diharapkan menjadi fondasi kuat dalam meningkatkan daya saing industri sawit Indonesia. Langkah ini diyakini mampu mengubah sawit dari sekadar komoditas mentah menjadi motor penggerak industri manufaktur bernilai tinggi di kancah global.