YOGYAKARTA — Ruang kreatif Waktu Luang de Loji pada Minggu, 28 Juni 2026, menjelma menjadi titik temu para pelaku seni dan artisan dalam sebuah kegiatan bertajuk Fusion Lab. Acara ini dirancang sebagai laboratorium kolaborasi seni yang mempertemukan beragam perspektif, teknik, serta pendekatan kreatif dari para seniman lintas disiplin dan medium.
Gagasan Fusion Lab bermula dari keinginan untuk menghadirkan instalasi seni di salah satu sudut ruang Waktu Luang de Loji. Namun, ide tersebut berkembang melampaui rencana awal menjadi sebuah wadah eksplorasi yang jauh lebih luas. Bukan semata-mata menghasilkan karya visual, kegiatan ini menjadi arena bagi para artisan untuk saling bertukar gagasan, berbagi keahlian, dan meramu kreativitas secara bersama-sama.
Dalam pelaksanaannya, Fusion Lab menggandeng tiga mitra kolaborator, yakni Dekayu, Joglo Ayu Tenan, dan Cerita Resin. Masing-masing membawa karakter unik dan keahlian spesifik yang memperkaya proses penciptaan karya. Kolaborasi antardisiplin ini menjadi wujud nyata apresiasi terhadap keberagaman medium seni serta bukti bahwa berbagai elemen kreatif mampu bersinergi untuk melahirkan pengalaman artistik yang segar.
Tika, perwakilan Waktu Luang de Loji, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan merangkul sebanyak mungkin artisan dari berbagai latar belakang. "Mulai dari seniman visual, perajin, hingga kreator yang mengeksplorasi material beragam, semuanya diajak untuk bersama-sama membangun ruang berekspresi, berbagi ide, dan menciptakan karya yang memiliki cerita di balik proses pembuatannya," jelasnya dalam keterangan tertulis pada Minggu (29/6).
Yang menarik dari Fusion Lab adalah penekanannya bukan semata pada hasil akhir berupa instalasi, melainkan pada perjalanan kreatif yang berlangsung selama proses. Setiap peserta hadir dengan sudut pandang, pengalaman, dan karakter artistik yang berbeda-beda, lalu melebur dalam satu ruang untuk bereksperimen dan membangun koneksi melalui bahasa universal seni.
Antusiasme terhadap konsep ruang kreatif yang terbuka ini terbilang tinggi. Sekitar 70 peserta dari kalangan seniman dan kreator turut berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan yang meliputi eksplorasi, diskusi, hingga pembuatan karya secara kolektif. Keterlibatan yang masif ini menunjukkan besarnya kebutuhan akan ruang kolaboratif di mana setiap individu dapat berkontribusi tanpa sekat latar belakang maupun jenis medium seni.
Melalui Fusion Lab, Waktu Luang de Loji bersama para mitra kolaboratornya menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan ruang yang mempertemukan seni, komunitas, dan kreativitas. Harapannya, karya yang lahir dari kolaborasi semacam ini tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga menjadi jembatan untuk membangun koneksi antarmanusia, berbagi cerita, dan menciptakan pengalaman yang bermakna bagi setiap pihak yang terlibat.