Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus mengakselerasi pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di tengah masyarakat. Langkah strategis ini diambil guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan publik sekaligus mengumpulkan data riil mengenai kondisi kesehatan warga di seluruh wilayah Buleleng.
Hingga memasuki tahun kedua pelaksanaannya, program pemantauan kesehatan berkala ini tercatat telah menjangkau 21 persen warga dari target keseluruhan sebesar 40 persen yang dicanangkan selesai pada tahun 2026. Guna mengejar sisa target tersebut, jajaran pemerintah daerah berkomitmen untuk meningkatkan frekuensi jemput bola langsung ke desa-desa.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menjelaskan bahwa perluasan cakupan sasaran CKG pada tahun ini menuntut kesiapan petugas medis untuk lebih aktif turun ke lapangan. Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pemeriksaan medis cuma-cuma, melainkan instrumen krusial untuk pemetaan epidemiologi daerah.
Hasil dari pemeriksaan massal ini nantinya akan diolah menjadi basis data terpadu untuk mengidentifikasi tren penyakit dominan di setiap kecamatan atau desa. Dengan demikian, arah kebijakan pembangunan kesehatan Pemkab Buleleng ke depan dapat dirancang secara lebih spesifik, efektif, dan tepat sasaran sesuai dengan karakteristik kebutuhan lokal.
Lebih lanjut, Sutjidra menekankan pentingnya pergeseran paradigma dari kuratif (pengobatan) menuju tindakan promotif dan preventif (pencegahan). Edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS) akan terus digalakkan sejalan dengan bergulirnya program CKG, demi menekan angka kesakitan di tengah masyarakat Buleleng.