Firma keuangan global, Morgan Stanley, baru saja menetapkan Liberty Formula One sebagai saham unggulan dalam sektor media dan hiburan. Keputusan ini didasarkan pada keyakinan bahwa ajang balap jet darat tersebut masih menyimpan potensi pertumbuhan besar yang belum tereksplorasi secara optimal, terutama di pasar Amerika Serikat dan Tiongkok.
Keyakinan tersebut menguat setelah tim analis Morgan Stanley melakukan pertemuan langsung dengan jajaran manajemen Liberty Media di sela-sela perhelatan Grand Prix Silverstone, Inggris. Dalam laporannya, Morgan Stanley menegaskan kembali prospek positif bagi perusahaan ini dengan menetapkan target harga saham di angka $120, dengan skenario optimistis mencapai $135.
Analisis tersebut menyoroti bahwa Formula One kini telah bertransformasi menjadi fenomena olahraga global dengan basis penggemar lebih dari 800 juta orang. Pertumbuhan jumlah penonton yang mencapai lebih dari 10 persen setiap tahunnya, serta demografi audiens yang kini didominasi oleh kelompok usia di bawah 35 tahun, menjadi indikator kuat tingginya minat pasar terhadap olahraga ini.
Meski popularitasnya terus menanjak, Morgan Stanley menilai monetisasi di pasar strategis seperti Amerika Serikat masih belum maksimal. Data menunjukkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat di wilayah tersebut terhadap profil pembalap F1 masih relatif rendah. Selain itu, masuknya pabrikan otomotif besar seperti Audi dan Cadillac dalam lanskap kompetisi F1 dipandang sebagai bukti kuat mengenai daya tarik komersial olahraga ini yang terus meningkat di kancah internasional.