Meta Platforms Inc. resmi mengubah strategi monetisasi pada perangkat kacamata pintarnya dengan menerapkan batasan akses terhadap fitur berbasis kecerdasan buatan (AI). Kebijakan ini menandai pergeseran perusahaan menuju model bisnis berlangganan, di mana pengguna kini harus membayar biaya bulanan untuk menikmati fitur-fitur premium secara optimal.
Perubahan utama terletak pada fitur 'Conversational Focus', sebuah kemampuan AI yang memungkinkan kacamata untuk memahami serta mempertahankan konteks percakapan secara berkesinambungan. Sebelumnya, fitur ini dapat diakses dengan leluasa, namun kini pengguna versi gratis hanya diberikan kuota terbatas selama tiga jam per bulan.
Untuk melampaui batasan tersebut, Meta mengharuskan pengguna mendaftar ke layanan 'Meta One Premium'. Biaya berlangganan dipatok sebesar US$20 atau sekitar Rp361.000 per bulan, atau setara dengan US$240 untuk komitmen tahunan. Dengan mengaktifkan paket ini, pengguna akan mendapatkan akses tak terbatas untuk seluruh fitur AI unggulan yang tersedia di perangkat wearable tersebut.
Langkah strategis ini muncul tidak lama setelah perusahaan meluncurkan lini kacamata pintar terbaru dengan banderol harga awal US$299. Keputusan untuk membatasi fitur AI disinyalir sebagai upaya Meta dalam memaksimalkan pendapatan dari ekosistem perangkat kerasnya seiring dengan meningkatnya investasi perusahaan pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan.