Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kini tengah mematangkan skema baru untuk mengukur dampak ekonomi dari setiap penyelenggaraan ajang olahraga di Tanah Air. Inisiatif ini diharapkan mampu menjadi instrumen valid dalam menentukan kontribusi nyata sektor olahraga terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus menjadi acuan strategis dalam pengembangan industri olahraga ke depan.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menjelaskan bahwa selama ini evaluasi terhadap perhelatan olahraga cenderung terbatas pada aspek prestasi dan keberhasilan teknis kompetisi. Padahal, setiap event olahraga memiliki rantai ekonomi yang luas, mencakup sektor transportasi, perhotelan, kuliner, hingga pemberdayaan UMKM lokal. Pemerintah menyadari perlunya sistem saintifik yang mampu menghitung struktur biaya serta nilai tambah ekonomi secara menyeluruh.
Sebagai contoh, Menpora menyoroti gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika yang terbukti memberikan dampak ekonomi signifikan dengan nilai perputaran uang mencapai Rp4,9 triliun, meskipun membutuhkan anggaran penyelenggaraan sekitar Rp600 miliar. Fenomena serupa juga terlihat pada ajang berskala nasional seperti lomba lari maraton, di mana ribuan peserta turut menggerakkan perekonomian daerah melalui konsumsi akomodasi dan jasa lainnya.
Melalui pendataan ulang terhadap berbagai indikator ekonomi, Kemenpora berupaya merumuskan metode penghitungan standar yang dapat digunakan secara nasional. Data yang akurat nantinya tidak hanya menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan publik, tetapi juga menjadi poin penting dalam memberikan kepastian bagi para investor untuk menanamkan modal di sektor industri olahraga.
Lebih jauh, pemerintah tengah mengintegrasikan konsep sport tourism ke dalam ekosistem ini. Dengan memadukan potensi destinasi wisata dan penyelenggaraan event berkelas internasional, Indonesia optimistis mampu menjadikan sektor olahraga sebagai salah satu motor penggerak ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan daya saing bangsa di kancah global.