Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru mengenai rata-rata pengeluaran bulanan rumah tangga untuk sektor kesehatan dan pengobatan tahun 2025. Secara nasional, total pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan medis ini mencapai Rp2,26 juta per bulan, yang menunjukkan penurunan sebesar 12,42 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menempati posisi puncak dengan rata-rata pengeluaran kesehatan rumah tangga tertinggi di Indonesia, yakni mencapai Rp185,94 ribu per bulan. Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 375,07 persen dibandingkan tahun lalu. Menyusul di posisi kedua, Provinsi Papua Barat mencatatkan pengeluaran rata-rata sebesar Rp181,5 ribu per bulan, meningkat tajam hingga 483,43 persen.
Provinsi lain yang masuk dalam jajaran pengeluaran tinggi di antaranya adalah Kalimantan Timur dengan rata-rata Rp152,63 ribu per bulan, meskipun angka ini mengalami penurunan tipis sebesar 1,39 persen. Sementara itu, Kepulauan Riau dan Banten masing-masing mencatatkan pengeluaran sebesar Rp137,54 ribu (naik 443,24 persen) dan Rp134,36 ribu (naik 224,13 persen) setiap bulannya.
Di wilayah Sulawesi Barat, rata-rata biaya berobat keluarga pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp40 ribu per bulan. Meski tergolong rendah dibanding provinsi lainnya, angka ini mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka Rp27,8 ribu per bulan. Selama enam tahun terakhir, tren pengeluaran kesehatan di Sulawesi Barat menunjukkan pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 2,59 persen.