Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan (Diskes) mengimbau masyarakat untuk memperketat kewaspadaan terhadap ancaman penularan Demam Berdarah Dengue (DBD). Berdasarkan data akumulasi sejak awal Januari hingga pekan ke-30 pada pertengahan tahun 2026, tercatat sebanyak 534 warga sempat terjangkit virus dengue, dengan satu laporan fatalitas di mana seorang pasien dinyatakan meninggal dunia.

Korban jiwa akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti ini merupakan seorang warga yang berdomisili di Kecamatan Tuah Madani. Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Deddy Sambudi, menyatakan bahwa jajarannya tengah melakukan penyelidikan epidemiologi lebih mendalam guna memetakan faktor pemicu utama kematian tersebut. Kendati demikian, ia memastikan bahwa saat ini seluruh pasien aktif yang sebelumnya menjalani perawatan medis telah dinyatakan sembuh.

Berdasarkan data persebaran wilayah, Kecamatan Tuah Madani menjadi daerah dengan konsentrasi kasus tertinggi yang mencapai 86 kasus, diikuti tipis oleh Kecamatan Marpoyan Damai dengan 85 kasus. Sementara itu, wilayah lain seperti Kecamatan Bukit mencatatkan 66 kasus, disusul Binawidya dan Tenayan Raya masing-masing dengan 44 kasus, serta Payung Sekaki sebanyak 39 kasus.

Beberapa wilayah lain juga terus dipantau secara intensif, di antaranya Kecamatan Rumbai dengan 33 kasus, Rumbai Timur 32 kasus, Limapuluh 31 kasus, dan Kulim 28 kasus. Adapun beberapa kawasan dengan temuan kasus yang relatif lebih rendah meliputi Sail (11 kasus), Rumbai Barat (11 kasus), Senapelan (10 kasus), Sukajadi (10 kasus), serta wilayah Pekanbaru Kota dengan 4 kasus.

Sebagai langkah antisipasi untuk menekan laju penyebaran penyakit ini, Dinas Kesehatan Pekanbaru terus menggencarkan upaya mitigasi di lapangan. Program tersebut meliputi pengasapan massal (fogging), pemberantasan sarang nyamuk, serta sosialisasi gerakan hidup bersih dan sehat kepada masyarakat luas agar aktif memeriksa tempat penampungan air secara mandiri.