BANDAR LAMPUNG — Badan Otonom Talenta Muda Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Lampung menyelenggarakan diskusi eksklusif (Exclusive Sharing Session) bertajuk "Menghadapi Tantangan Bisnis dengan Strategi, Inovasi dan Kolaborasi". Acara yang berlangsung di Auditorium Kadin Lampung pada Kamis (6/8/2026) ini secara khusus membedah potensi besar Key Opinion Leader (KOL) dan influencer dalam mendukung pertumbuhan dunia usaha di era modern.
Mewakili Ketua Umum Kadin Lampung M. Kadafi yang tengah bertugas di DPR-RI, Syafruddin menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Menurutnya, penetrasi teknologi digital menuntut dunia usaha untuk terus adaptif. Kehadiran KOL serta influencer kini bukan lagi sekadar tren komunikasi visual, melainkan instrumen krusial dalam menjembatani produk lokal dengan pasar yang lebih luas dan dinamis.
Praktisi bisnis Hengky Yuliansyah turut menekankan pentingnya pergeseran strategi pemasaran dari metode konvensional ke arah yang lebih kolaboratif. Ia menjelaskan bahwa sinergi yang terstruktur antara pemilik usaha dengan pembuat pengaruh (influencer) dapat menciptakan kampanye pemasaran yang jauh lebih efisien, terukur, dan berdampak langsung pada peningkatan kepercayaan konsumen.
Sementara itu, tokoh media senior H. Ardiansyah berbagi pandangan mengenai transisi lanskap media. Berbekal pengalaman lebih dari tiga dekade di media arus utama, ia mengamati bahwa kecepatan persebaran informasi di ruang digital saat ini memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang kreatif. Penguasaan taktik pemasaran digital, termasuk kolaborasi dengan KOL, menjadi kunci bagi seluruh skala bisnis agar tetap kompetitif.
Agenda diskusi ini dihadiri oleh 52 peserta yang terdiri atas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pemilik bisnis, pengelola media daring, pembuat konten, serta influencer lokal. Melalui kegiatan ini, Kadin Lampung berharap para pelaku industri kreatif dan UMKM daerah dapat saling berkolaborasi untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital di Lampung.