Perusahaan platform data bisnis asal Korea Selatan, COOCON, mengumumkan langkah strategis untuk memperluas layanan data berbasis Model Context Protocol atau MCP. Inisiatif ini disiapkan sebagai bagian dari transformasi perusahaan dalam menyambut era agen kecerdasan buatan atau AI agent yang mampu bekerja secara otonom dengan memanfaatkan data dari berbagai sistem eksternal.
COOCON, yang dipimpin CEO Kim Jong-hyun dan tercatat di KOSDAQ dengan kode 294570, menargetkan diri menjadi pusat data khusus bagi agen AI. Perusahaan berencana menyediakan kumpulan data yang dimilikinya dalam format MCP sehingga dapat langsung digunakan oleh agen AI tanpa proses integrasi manual yang rumit.
Selama lebih dari dua dekade, COOCON membangun keahlian dalam pengumpulan, penghubungan, dan penyediaan data lintas sektor. Cakupan layanannya meliputi keuangan, layanan publik, logistik, hingga telekomunikasi. Pengalaman tersebut menjadi modal utama perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar data berbasis server MCP yang mulai berkembang seiring meningkatnya kebutuhan sistem AI terhadap data eksternal yang tepercaya.
MCP merupakan spesifikasi komunikasi standar yang diperkenalkan Anthropic pada November 2024. Standar ini dirancang untuk menyederhanakan berbagai metode koneksi sehingga agen AI dapat berinteraksi langsung dengan data maupun sistem eksternal. Dalam perkembangan industri AI saat ini, MCP dipandang sebagai salah satu fondasi penting bagi ekosistem agen AI karena memungkinkan integrasi yang lebih seragam dan efisien.
Tren tersebut juga mulai terlihat di industri pembayaran global. Sejumlah perusahaan seperti PayPal dan Stripe telah memanfaatkan agen AI untuk menjalankan pemrosesan pembayaran melalui infrastruktur yang mereka miliki. Di Korea Selatan, sektor keuangan ikut meningkatkan eksplorasi layanan berbasis agen AI, termasuk integrasi MCP untuk memperkuat kompatibilitas dengan perangkat pemrograman AI eksternal.
Untuk merespons kebutuhan pasar, COOCON akan meluncurkan zona data khusus siap-AI di platform COOCON.NET pada Juli. Melalui layanan tersebut, perusahaan akan memperkenalkan produk berbasis MCP dengan tahap awal sekitar 30 produk. Jumlah itu ditargetkan bertambah menjadi lebih dari 100 produk pada akhir tahun, sebelum portofolio lengkapnya dirilis secara bertahap hingga 2027.
Dengan model tersebut, perusahaan pengguna AI dapat memperoleh data eksternal melalui COOCON secara lebih lancar, seragam, dan sesuai standar. COOCON menyatakan akan memprioritaskan konversi data yang paling sering digunakan dan paling banyak diakses ke dalam format MCP. Sasaran pasarnya mencakup perusahaan yang baru mulai mengadopsi AI maupun pelanggan lama yang tengah menjalankan transformasi digital berbasis kecerdasan buatan.
COOCON juga memperkuat keterlibatannya dalam pengembangan standar global. Pada 1 Juni, perusahaan bergabung dengan Agentic AI Foundation atau AAIF, konsorsium global di bawah Linux Foundation. COOCON juga akan berpartisipasi dalam MCP Working Group bersama lebih dari 180 organisasi, termasuk Anthropic, OpenAI, Google, Microsoft, Circle, Tron, dan Stripe.
Dari sisi bisnis, COOCON memperkirakan layanan data berbasis MCP dapat menjadi sumber pertumbuhan baru. Otomatisasi alur kerja oleh agen AI diprediksi meningkatkan kebutuhan panggilan data secara berkelanjutan. Kondisi itu membuka peluang diversifikasi pendapatan melalui peningkatan volume penggunaan dan pengembangan produk data khusus untuk AI.
Struktur bisnis COOCON yang mencakup layanan data dan pembayaran juga dinilai memberi nilai tambah. Perusahaan berencana memanfaatkan basis data yang dimiliki untuk memperluas produk pembayaran yang kompatibel dengan agen AI, sekaligus menghubungkannya dengan bisnis pembayaran di pasar domestik maupun global.
CEO COOCON Kim Jong-hyun menyatakan bahwa kunci utama dalam era AI adalah memastikan agen dapat mengakses data yang dapat dipercaya. Ia menegaskan, pengalaman COOCON selama 20 tahun dalam konektivitas dan pengumpulan data akan diarahkan untuk melampaui model penyediaan API bagi manusia, menuju penyediaan data yang dapat dimanfaatkan langsung oleh AI.
Kim menambahkan, penerapan MCP sebagai standar terbuka dapat menjadikan COOCON sebagai gerbang menuju ekosistem agen AI global. Ia optimistis bisnis data berbasis MCP yang mulai dikembangkan pada paruh kedua tahun ini akan menjadi pendorong pertumbuhan baru sekaligus memperkuat nilai perusahaan.