Prestasi membanggakan kembali diukir oleh pelajar asal Kota Depok. Mikayla Davinia Raissa, siswi kelas VI A SDN Anyelir 1, Kecamatan Pancoran Mas, berhasil melaju ke babak final Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi Jawa Barat untuk bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) setelah menyisihkan pesaingnya di tingkat kota.
Perjuangan Mikayla dalam kompetisi sains yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) ini dilakukan secara daring. Saat ini, putri dari pasangan Alip Subekti Nugroho dan Nine Rinduwati tersebut tengah bersiap dan menunggu pengumuman kelulusan menuju babak final tingkat provinsi yang dijadwalkan pada pertengahan Agustus 2026.
Ketertarikan Mikayla terhadap sains, khususnya IPA, bukan hal yang baru. Sejak lama ia gemar mempelajari sistem tata surya, anatomi tubuh manusia, hingga dunia medis. Minat tersebut ia perdalam secara mandiri di rumah melalui koleksi buku ilmiah bertema biologi dan fisika, serta memanfaatkan platform edukasi digital seperti YouTube untuk memahami materi yang lebih kompleks bersama sang kakak.
Tidak hanya cemerlang di bidang akademik, siswi kelahiran Jakarta, 9 September 2015 ini juga aktif di bidang non-akademik. Mikayla menekuni olahraga renang sejak usia tiga tahun dan seni tari. Keseimbangannya terbukti dari raihan Juara I lomba tari di Bekasi serta berbagai medali kejuaraan renang yang ia ikuti sejak duduk di kelas IV SD.
Keberhasilan Mikayla tidak lepas dari ekosistem belajar yang kondusif di SDN Anyelir 1. Ia mengapresiasi bimbingan gurunya, Dini, yang selalu sabar memberikan penjelasan mendalam. Selain itu, Mikayla juga mengagumi kepemimpinan kepala sekolah, Dudung Badrudjaman, yang dinilainya tegas namun humanis dalam menegakkan kedisiplinan serta menyelesaikan persoalan sekolah lewat musyawarah.
Memasuki tahun terakhirnya di sekolah dasar, target Mikayla kian terarah. Ia berkomitmen meningkatkan intensitas olahraga, menjaga pola hidup sehat, serta menorehkan lebih banyak prestasi. Impian besarnya adalah melanjutkan pendidikan ke SMA Taruna Nusantara demi memuluskan jalannya masuk ke Akademi Militer (Akmil) untuk menjadi prajurit Korps Wanita TNI Angkatan Darat (Kowad) atau sebagai alternatif, menjadi seorang dokter spesialis bedah.